Any Mom Surely Wants The Best For Their Child

ASI is the best.

Empat kata tersebut seringkali saya dengar dan baca dalam beberapa bulan belakangan ini. Dan percayalah, tak perlu diingatkan berulang kali, saya tahu kok ASI adalah yang paling baik untuk anak. Saya, seperti banyak ibu lainnya, tentunya ingin memberikan yang terbaik untuk anak tapi ketika yang “terbaik” itu tak lagi bisa saya berikan lantas saya harus bagaimana? Usaha?  Sudah maksimal saya lakukan.

Saya juga tak pernah bercita-cita untuk memberikan susu formula untuk anak saya. Tapi ternyata hal itulah yang harus saya kerjakan sekarang.  Alhamdulillah Allah masih mengizinkan Igo merasakan khasiat ASI walaupun tidak selama waktu yang dianjurkan sekian banyak program. Kapan orang lain bisa mengerti perasaan ibu seperti saya? Saya bisa mengerti betapa bangganya seorang ibu yang bisa memberikan ASI secara eksklusif, karena saya paham betul apa yang harus dilalui seorang wanita untuk bisa melakukan hal itu. Memberikan ASI bukanlah hanya perkara buka pakaian dalam dan kemudian menyusui si anak. Banyak sekali faktor yang harus ‘diperangi’ seorang ibu ketika memberikan ASI. Tetapi apakah itu bisa menjadi alasan untuk menghakimi ibu yang memberikan susu formula untuk anaknya?

Tentu saja yang saya maksud ibu susu formula di atas adalah para ibu yang sudah berjuang di jalur terbaik tetapi harus ikhlas mengibarkan bendera putih. Kenyataan bahwa si anak tidak bisa ia berikan yang terbaik saja sudah melukai perasaannya apalagi jika ditambah rentetan pertanyaan “Kenapa?” atau bahkan lebih kejam lagi komentar, “Kasihan, ya, bukan dikasih ASI” dan terutama, “Pasti ibunya nggak mau repot deh”. Ya ampun, saya hanya bisa berharap semoga ASI dari ybs melimpah agar bisa terus memenuhi kebutuhan anaknya. Amin.

Saya pernah merasa terpojok oleh pernyataan orang dekat soal Igo yang diberikan susu formula. Saya tahu, sekian juta ibu lain dengan kondisi yang lebih tidak enak, tidak beruntung jika dibandingkan dengan saya bisa menyusui anaknya dengan sukses. Well, lucky for them. Tapi itu bukan berarti Igo tidak beruntung memiliki ibu seperti saya. Selama ini saya berusaha sekali untuk tidak bertanya kepada teman atau saudara yang sama-sama punya bayi minum apa anak mereka. Karena jawaban dari pertanyaan sederhana itu dampaknya bisa sangat dalam.

“ASI itu prinsipnya selama masih dibutuhkan pasti akan keluar. Jadi selama anak masih dalam usia harus minum ASI, susu ibu akan keluar untuk memenuhi kebutuhan anak”. Kalimat ini seringkali dijadikan acuan dalam pembicaraan antara busui (ibu menyusui) dan ibu pemberi susu formula (atau busui amatir yang sedang bingung apakah air susunya mencukupi kebutuhan anaknya atau tidak). Kalimat itu memang benar adanya tetapi terkadang kita bisa menjadi sangat arogan dan lupa bahwa ASI itu ada yang menciptakan. Nah, jika yang menciptakan ingin produksi ASI seorang ibu berhenti gimana? (sekali lagi ibu yang saya maksud adalah ibu yang benar-benar sudah berusaha menyusui anaknya). No daun katuk, molocco, breast massage nor asifit will help you.

Believe me, any sane mother would want the best for their child. Just leave it at that.

18 thoughts on “Any Mom Surely Wants The Best For Their Child

    • Haha, nyokap gue ga menyalahkan tapi sesekali suka ada sentilan dari beliau. Mengingatkan aja sih supaya anak kedua lebih siap lagi.

  1. haha sampe sekarang gue msh suka emosi kl ada yg kampanye ASIX dengan cara ga ASIK😀 silakan di-link..salam kenal ya..

  2. Hai salam kenal ya..gue termasuk ibu baru yang amatir dan nggak yakin asi nya cukup karna bayi gue yang minumnya kuat itu masih nangis kejer tiap abis nyusu…akhirnya gw kasi tambahan formula juga, meski masih berusaha menyuplai asi…kadang mompa dapet lumayan, kadang tangkinya kosong..hehe.anyway yang penting bayinya sehat lah ya, secara gw juga produk susu formula waktu bayi, dan ternyata sampai saat ini baik” aja kok =)

  3. wakakak…setelah melihat profilmu…baru sadar kalo ini blognya manda yaaa? manda shape kan? gw astrid eks anak herworld…=) it’s a small world after all yaaa….

    btw, congrats for your cute baby boy..enjoy motherhood… (btw, gw juga stay @ home mum nih sekarang, hahah)

  4. Gyahahaha…ya ampuuuun Astriiiid apa kabaaaaar?😀 Tar gue link ya ke blog lo. Soal ASI, just follow your instinct dear. Yakin sih harus yakin kl ASI mencukupi tapi ga perlu takabur juga. Soal anak yg nangis kejer dan ga mau lepas waktu menyusui, bisa jadi krn growth spurt atau hanya ingin ngempeng aja loh. Ga perlu terlalu ngoyo tp juga jangan mudah patah semangat..hehe.

  5. Hai Manda, salam kenal ya. Gw juga sama kaya lo, Nara (anak gw) cuma bisa ASIX sampe 5 bulan. Bener banget, yang bikin stress adalah komen orang-orang yang seakan2 gw ngga mau usaha lebih keras lagi buat anak😦

    setuju banget sama kalimat terakhir lo
    “Believe me, any sane mother would want the best for their child. Just leave it at that.”

  6. Hai hai, salam kenal juga. Lama kelamaan yg paling bener adalah membudekkan diri dr komen2 negatif sih krn ASI hanyalah bagian kecil yg dikritik orang ke kita, hehe..at least yg gue alami begitu. Tetap semangat yaaa…

  7. Hai Man, bener banget, akhirnya cuek aja dan jawab dengan pede. tapi untung udah berakhir sih, soalnya anak gw udah mau 3th jadi udah jarang ada yang nanyain soal asi per asian ini…kritikan yang lain mah teteuup ada. one thing for sure, orang ngga akan pernah berhenti mengkritik kita, jadi jalanin aja🙂

  8. Hai Jeung salam kenal,…

    saya juga ga bisa kasi asix untu fadly anak saya. fadly cuma minum asi selama 2 minggu.

    Selain karena saya punya penyakit bawaan yang bisa menular via asi, fadly anak saya juga ga suka ketika berdekatan dengan nipple.

    Segala cara udah dilakukan,…tapi harus mengalah dengan sufor. Alhamdulillah di usianya yg 2 thn ini Fadly jarang sakit, alhamdulillah kepintarannya sama dengan anak ASI.

    Insya Allah dianak kedua nanti …saya bisa asix. Jangan patah semangat ya mba:)

    Setiap ibu tau apa yang terbaik untuk bayinya:)

    • Hai salam kenal…

      Mudah-mudahan nanti kita sukses ASIX ya! Pokoknya harus semangat bisa.
      Igo juga Alhamdulillah jarang sakit dan BB-nya normal (tidak berlebih spt yg ditakutkan terjadi pada anak yg minum susu formula).

      Kiss2 untuk Fadly…

  9. Pingback: Stop Sebut Anak Sapi « Mencoba Sakinah

  10. Pingback: Can We Breastfeed Without Labelling Others?

  11. Salam kenal, saya baca blognya dari The Karimuddin dan langsung tersentuh saat membacanya. Banyak sekali yang memanggil anak saya anak sapi termasuk itu ibu saya karena emang sejak lahir full sufor sementara saya sekeras apapun berjuang tidak bisa memberi asi. Terima kasih mbak sudah posting ini.
    Oh ya panggilannya Manda ya? sama dengan panggilan anak saya dong *maaf jadi sok akrab*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s