Kisah Topi Tentara Inggris

Dulu sebelum kami menikah, teman-teman sering bercanda soal betapa akan lebatnya rambut anak kami. Maklum, saya dan suami memang beraliran ‘topi tentara Inggris’ alias berambut tebal sekali.  Selama hamil saya sering dinasihati oleh banyak orang agar mengonsumsi air kacang hijau agar rambut si jabang bayi tebal dan hitam. Ah, ini termasuk mitos. Bukan takabur ya, anak kami bisa dipastikan berambut tebal, kenapa? Ya karena ayah dan ibunya begitu. Rambut kan masalah genetika sama halnya dengan konsumsi air kelapa hijau yang dinilai berkhasiat untuk membuat kulit bayi putih padahal yang benar adalah kelapa hijau memiliki efek membersihkan bukan memutihkan. (Mental note: must write a blog about pregnancy myths)

Anyway,  seperti yang sudah diduga (Alhamdulillah) rambut Igo sangat lebat.  Suster di RS berseloroh bahwa Igo seperti pakai peci atau kepalanya seperti diwarnai spidol hitam. Dan karena ingin mengikuti tradisi, Igo baru dicukur rambutnya ketika selapanan. Itu pun tidak dicukur habis alias botak. No offense to anyone, personally I don’t like bald babies. Kemudian dilanjutkan dengan merapikan kembali potongan rambut uhm, satu atau dua bulan setelahnya. Siapa yang merapikan? Pak De alias kakak ipar saya. Lumayan, gratis.

Masalah datang ketika hawa Jakarta yang panas ini mulai membuat Igo gerah. Keramas dua kali sehari; pagi dan sore pun tidak bisa menghalau bau kecut akibat tumpukan keringat di kepalanya. Akhirnya saya dan suami memutuskan untuk membawa Igo ke salon khusus anak-anak (dengan deg-degan melihat angka yang tertera di bon). Lho, ada apa dengan salon gratis sebelumnya? Kakak ipar memang bisa memotong rambut tapi beliau tidak bisa menipiskan karena peralatannya tidak memadai.

Pergilah kami (dan mama, nenanya Igo) ke Kiddy Cuts Pacific Place. Wah, Igo cukup tenang saat rambutnya dipotong, senangnya. Tapi oh-oh..begitu mainan organ dengan tambahan beragam suara hewan (salah satunya sapi) berbunyi..Igo panik dan nangis. Tangisan berlanjut hingga proses potong rambut selesai (untungnya tidak lama). Eh suara apa itu? Kok ada yang menangis lagi? Oh ini suara ibu ketika akan membayar di kasir. Hahaha. Total kerusakan hari itu 110K (plus another 50K for annual membership fee, I blamed my husband for this..huh). Ck ck ck ,biaya perawatanmu lebih mahal dari biaya salon ibu (apalagi ayah yang biasa ke tukang cukur pinggir jalan), Nak. Biaya itu menurut saya cukup mahal tapi juga sepadan dengan hasil. Nah lho? Maksudnya, kalau ada tempat yang menawarkan jasa yang sama (dengan fasilitas sama) dengan harga lebih murah, saya akan pergi ke tempat itu. Sepadan karena Igo memang memerlukan jasa ini.

4 thoughts on “Kisah Topi Tentara Inggris

  1. Kalo soal rambut Ara rada aneh. Rambut gue sama Ipoet kan keriting/ikal gitu. Nah…Ara kok lurus? Mungkin krn msh rambut bayi sih. Padahal perkiraan Cical bakal kyk Rhido Rhoma wakakak….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s