A Diary of A Totally (Not) Perfect Housewife

Tiba-tiba saja si mama sms minta Igo menginap di rumahnya. Wah, asyik! Berarti saya dan Raden Mas bisa kencan. Hore! Langsung saja otak berputar cepat dengan maksud menyusun rencana supaya saat buka puasa kita berdua sudah “bebas tugas”. Di tengah-tengah saya wira-wiri mempersiapkan keperluan Igo terjadi kehebohan yang amat sangat, bagaimana tidak, tiba-tiba saja di halaman dalam depan kamar kami muncul seekor biawak ABG (tubuhnya masih lebih kecil dari yang dulu memakan anak kucing kami, ya, anak kucing) dari saluran air. WAKS! Untung ada Mas Wanto, suami si mbak yang berprofesi sebagai tukang ojek. Saya berteriak-teriak memanggilnya, Raden Mas yang sedang menggendong Igo mundur teratur (alasannya sih karena ada Igo, hihi). Akhirnya pertarungan biawak ABG vs Mas Wanto selesai dengan kemenangan di pihak kami. Tak terbayang deh kalau biawak itu muncul saat Igo tidur siang di kamar kami dengan pintu terbuka lebar (-_-) huhuhu.

Anyhoo, setelah berkemas kami pun menyusul si mama yang sudah terlebih dulu membawa cucunya. Diputuskan agar kami berbuka puasa di rumah mama baru lanjut makan malam di luar. Kali ini Raden Mas ingin Abuba, ya sudah, yuk mari. Ternyata oh ternyata si Igo sudah ada firasat bakal ditinggal ayah ibu..tidur malam yang biasanya mudah menjadi sesi menyanyi yang tak kunjung selesai. Igo sibuk main ke sana kemari. Sepertinya anak ini tahu kalau rumah Nenna adalah ‘surga’ dimana ia akan selalu diajak bermain dan selalu ada yang mau sukarela menggendong. Wuih tapi lengan Raden Mas memang tak pernah gagal, 5 menit di gendongannya Igo terlelap dengan sukses. Mbok ya dari tadi..daripada main PS terus.

Setelah kenyang, baik mengantri maupun steak, saya langsung mengajukan permintaan, “Aku mau es krim!” Haha benar-benar tidak mau rugi. Lucunya ketika harus  “stuck” mengurus Igo di rumah, di benak ini muncul sekian rancangan rencana pergi atau kencan begitu ada celah untuk merealisasikannya..blank. We always end up eating out only. Bisa ditebak, agenda setelah es krim adalah…yak, pulang! Nasib nasib.

Haha ah tapi tak apa, bisa punya waktu berdua saja dengan Raden Mas selama beberapa jam saya sudah senang betul lho. Sumpah. (gimana kalau tiba-tiba Raden Mas kasih saya tas Kate Spade idaman itu ya, bisa-bisa pingsan di tempat. Hahaha) Minggu depan: ITC Kuningan ya, Raden Maaaaas. Igo? Uhm, sama Nenna atau sama mbak dulu. Hihi.

2 thoughts on “A Diary of A Totally (Not) Perfect Housewife

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s