Berkampanye ASIX Dengan ASIK. Pasti Bisa!

Dari lubuk hati yang paling dalam:  walaupun saya bukan ibu pemberi ASIX tetapi saya turut bangga akan gencarnya kampanye ASIX yang benar-benar digalakkan beberapa tahun belakangan ini. Artinya, generasi anak Indonesia yang akan datang Insya Allah lebih sehat. Namun, seperti yang pernah saya tulis sebelumnya, kenapa kelamaan kampanye benar-benar terasa “galak” ya? Jadi memojokkan kaum ibu seperti saya, yang terpaksa harus memberikan susu formula kepada anak. Mengapa saya highlight kata “terpaksa”? Karena hal tersebut bukanlah pilihan saya pada awalnya tetapi harus saya lakukan. Belum lagi komentar yang banyak dilontarkan oleh mereka yang, maaf saja, pengetahuan soal ASI-nya standar (bahkan kurang) sangat memekakkan telinga. Dari mulai “menuduh” si ibu kurang berdoa yang akhirnya berakibat pada minimnya produksi ASI (WTF?) hingga mendelik sembari berkata jika ukuran payudara si ibu terlalu mini untuk menampung ASI. Seriously people, if you really want to follow the program please do some research first before making others uncomfortable with your unimportant accusations.

Tapi jangan salah, yang banyak referensi dan memang telah lulus  “akademi” ASIX pun tak kalah songongnya. Saya paling tidak suka jika ada yang berkomentar seperti ini setelah melihat, berkata Igo bongsor dan tahu Igo minum susu formula, Pantas saja badannya besar, susu formula sih”. WHAT THE F*CK? Hei, jangan salah..anak ASIX juga banyak kok yang berbadan tinggi besar begitupula anak sufor yang berbadan biasa-biasa saja. Pernah dengar kata “genetika”? Sama halnya dengan tebal tipisnya rambut, gen juga pengaruh kepada ukuran tubuh anak. I’m dead serious! Ada juga yang dengan pongahnya menjelaskan bahwa semua yang berhubungan dengan ASI pasti bisa dilakukan, jadi kalau sampai produksi ASI minim kemudian berhenti total artinya ini salah si ibu. Oh, saya doakan supaya ASI mereka terus melimpah, bukan hanya untuk kepentingan anaknya, tetapi juga supaya mereka tak perlu merasa terpojok seperti yang saya rasakan tiap kali ada bahasan soal ASI saya yang memang “habis”. Tak perlu begitulah, anak kalian sudah tentu memiliki imunitas lebih baik dari anak sufor..apakah perlu menambah “penderitaan”? Please, berkampanyelah dengan damai, dengan santai. Don’t judge someone’s ability of being a mother from whether or not she breastfeed her kids. Tentu saja kalimat ini saya peruntukkan pada para ibu yang telah maksimal berjuang menyediakan yang terbaik untuk anaknya tetapi gagal di tengah jalan, apapun alasannya.

2 thoughts on “Berkampanye ASIX Dengan ASIK. Pasti Bisa!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s