Our Dream House

Sekitar 2 bulan lalu suami memilih menggunakan jalan alternatif berbeda dari yang biasa kami lalui tiap kali pulang dari Pamulang. Seratus meter dari jalan utama, suami tertegun..matanya menatap ke arah kiri..rupanya ia sedang mengamati sebuah cluster mini yang masih dalam proses bangun. Semenit kemudian meluncurlah kalimat, “Is, aku suka banget. Pas buat kita; lokasi, luas bangunan, gaya rumah.” and then enters me, the party pooper, into the conversation, “Ya, tapi sayang uangnya tidak pas.”

A house was never really there in our must have list. I mean it’s there but we never given it a serious thought knowing that we REALLY couldn’t afford it right now. Tapi pembicaraan dengan Arif (dan Gita) yang akhirnya nekat berani mengambil kredit rumah (yang berlokasi tidak terlalu jauh dari rumah tinggal kami) di saat Gita hamil besar dengan meminjam kanan-kiri untuk melunasi DP-lah yang jadi pemicu suami berandai-andai kapan giliran kami. “Gue dan Gita jatuh cinta dengan rumah itu,” ujar Arif. Ia pun bercerita detail soal besar DP dan cicilan bulanannya. Saya dan suami hanya bisa menganggukan kepala sembari berkhayal kapan kami bisa seperti itu.

Tapi saya percaya, rumah ibarat jodoh. Semua bergantung pada kecocokan kita dan juga rejeki dari Yang Di Atas. Jika sudah cocok dan diridhoi Yang Di Atas, jalannya pasti akan ‘terbuka’ dan begitupun sebaliknya.

Dear husband, I promise you…when our time comes, we’ll have our dream house. It may look impossible now but hey, 9 years ago we didn’t know where our relationship’s going to end up but now we have a healthy and gorgeous son. So nothing is impossible, the sky is the limit!

Happy 10 years and 7 months, dear.

*smooches*

7 thoughts on “Our Dream House

  1. Bener kok Man, rumah itu jodoh-jodohan. Kadang ada duitnya, gak nemu rumah yang cucok.

    Tapi coba tanya aja,Man, soalnya sekarang kan properti lagi bersaing ketat tuh. Biasanya ada keringanan DP bisa dicicil sampe beberapa kali kok.

    Semoga cepet nemu rumah idaman ya…

    • Hihi udah mampir dan laki gue makin termehek2 krn udah liat rumah contohnya. Tapi tetep aja..finansial kami lagi ga bisa gerak sama sekali. Hehe, thank you, Ndah.

  2. mandeeey…ini postingan hampir setaon lalu dan kita belon juga pindah…hahahaaa…Laki gue ampe bilang, kalo udah bisa pindah dia pengen nemplok di dinding atao lantenya sambil teriak “akhirnyaaaaa….!!!”
    Tapi gue tetap berdoa semoga kita bisa tetanggaan ya sayangku… :-*
    Semua indah pada waktunya, rite? rite? :-*

    • Hihihi biar lambat asal selamat lah, Git.
      AMIIIIIN! Terima kasih doanya!
      *ingat kumpul2 kl sudah resmi pindah yaaaa….*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s