Physically and Emotionally Tired!

Selasa, 2 Maret 2010 Jam 20.30

Siti mengetuk pintu kamar kami dan meminta waktu untuk bicara dengan saya. Rupanya ibu Siti menelepon untuk mengabarkan kalau neneknya masuk RS dan besok Siti diminta pulang ke kampung. Rasanya seperti digampar tronton! Besok yang dia maksud itu kan less than 12 hours bukan? Mau cari tenaga serep darimana? Dan malam itu saya sukses tidur dengan gelisah.

Rabu, 3 Maret 2010

Karena Ida belum bisa masuk karena sakit jadilah saya mengambil keputusan untuk ijin dari kantor 3 hari untuk menemani Igo. Siti berjanji akan pulang Minggu, 7 Maret 2010. And off she went at 10.00. Okh, ternyata absen menjadi FTM selama 3 bulan ini telah membuat tubuh saya semakin ‘renta’ saat mengawasi Igo bermain, menyuapinya makan apalagi memandikannya T_T. Hiks. Ayah, seperti biasa, beralasan tidak bisa ijin dari kantor untuk bergantian dengan Ibu. Well, husband..whether you like it or not my job is important just like yours and I have tons of work to do. Whatever, we can manage huh, Igo? I’ve done this beforeI can manage my kid and my job from home…….IF THE COMPUTER IS WORKING PROPERLY. Hhh..

Kamis, 4 Maret 2010

Mulai merasa tidak bisa ngapa-ngapain karena Igo nap tidak pernah lama dan sedang bat-pil jadi ekstra kolokan pada saya. Bahkan buang air kecil saja sulit. Huhu. Makan? Jangan ditanya…serba ngebut dan karena masakan Sri tidak enak saya jarang sekali menghabiskan atau mengambil porsi banyak. Shit, do I keep sneezing? Jangan sampai saya tumbang di saat crusial seperti ini. Plis! Plusnya dari hari ini adalah suami tidak jadi dinas ke Garut. Yay! Saya, seperti istri-istri lainnya (PD banget), langsung membombardir dia dengan sms yang memintanya agar pulang tepat waktu. Hihihi.Igo mulai panas dan saya memberikannya Sanmol juga air putih yang banyak serta jus buah.

Jumat 5 Maret 2010

Seperti yang ditakutkan, saya tertular Igo. Rasanya waktu berjalan pelan sekali. Menyempatkan diri ke bank dan supermarket (Ida sudah masuk hari ini jadi agak sedikit lega) untuk membeli stok buah. Suami hari ini dinas ke Garut dan untungnya PP. Igo masih sumeng tapi beraktivitas seperti biasa. Air putih diberikan ekstra banyak. Makannya pun tidak berubah…sering dilepeh maksudnya (-_-)’ tapi tetap banyak yang masuk kok😀. Mulai sibuk dengan sms kerja dan artis AA itu menelepon pula. ARGH. Saya pun meng-sms-nya untuk mengabarkan kalau saya ijin karena anak sakit. Ternyata sms itu dibalas dengan rentetan sms berbau kerjaan, nasib dah. Dua hari lagi Siti pulang (kalau dia menepati janji).

Sabtu 6 Maret 2010

H-1! Dan saya punya bala bantuan alias suami. Hohoho. Tentu saja bala bantuan ini baru efektif membantu di atas jam 08.00 pagi (-_-). Dari mulai Igo melek ya saya sendiri yang mengerjakan semua; mengajaknya bermain, membuat sarapan, mencuci botol dan memandikannya. Wow, I think I’ve growned a new set of hands! Untung adik perempuan saya tercinta sudah bangun (karena semalam baru tahu modem wi-fi bisa diaktifkan) jadi sembari saya menjadi gasing (baca: mengerjakan hal yang harus dikerjakan di pagi hari), Igo diawasi dia. Ah, ternyata si mama membawa oleh-oleh manis untuk Igo dari Bandung (yep, mama memilih kabur ke Bandung Jumat kemarin bersama teman-temannya dibanding membantu anak sulungnya T_T); kaus lengan panjang bertudung kepala, kemeja kotak-kotak dan juga celana renang. Mayaaan.

Badan rasanya remuk sekali terutama bagian pinggang karena Igo hanya mau digendong oleh saya atau Ida. Hiks. Pileknya berkurang jauh, tidak panas lagi dan batuk juga mulai terdengar seperti batuk ‘penghabisan’. Yay! Mudah-mudahan besok Siti pulang tepat waktu dan saya bisa ikut suami yang akan latihan band.

Minggu 7 Maret 2010

Hari yang ditunggu-tunggu! NOT! Ternyata di jam 10.43 suami menerima telepon dari kakak Siti yang mengabarkan kalau Siti baru bisa sampai Jakarta Rabu 10 Maret 2010. ARGH! (&^*$%&^%&.  Saya berusaha menelepon HP Siti tapi tidak terdengar nada sambung. Akhirnya saya kirim sms cukup tegas. Saya tidak mau diberikan kabar mengenai sesuatu yang penting dengan tiba-tiba. Seakan-akan saya memang HARUS menerima keadaan itu. Dan yang paling penting, harusnya Siti sendiri yang menelepon kami untuk memberitahukan mundurnya jadwal dia pulang. F*CK.

Karena saya tak lagi bisa ijin dari kantor dan suami (lagi-lagi) tidak bisa meninggalkan pekerjaannya, besok Igo akan diawasi oleh Ida. Dan karena Sri sudah resmi berhenti praktis ART di rumah ‘hanya’ Ida dan Dwi. Hhh, harus jadi upik abu lagi deh nih….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s