Gunakan Rasio

Saat sarapan tadi pagi, Igo bersih dan umbel terjun bebas dari kedua lubang hidungnya. Kental dan berwarna sedikit kekuningan. Saya langsung sigap menyekanya. Mama yang melihat kejadian itu langsung mengeluarkan komentar, “Ke Dr. Kiki deh tuh, lendirnya sudah berubah warna berarti perlu antibiotik.” Saya hanya membalasnya dengan senyum.

Bukan…bukan saya tidak mau mendengarkan si mama yang seorang dokter tapi saya punya pendapat sendiri soal itu. Sepertinya saya pernah menulis kalau saya dan suami menganut prinsip RUM (rational use of medicine) deh tapi maafkan, terlalu malas untuk memberikan link-nya. Hehe. Anyway, karena prinsip tersebut kami harus rajin perkaya wawasan soal penyakit umum yang diderita anak. Salah satunya adalah batuk dan pilek alias bat-pil. Kami memang sedia obat standar anak-anak seperti parasetamol di rumah tapi bukan berarti harus selalu dipakai tiap kali Igo menunjukkan gejala tidak enak badan. Apapun…obat kan mengandung bahan kimia. Jadi pemakaian diusahakan seminim mungkinlah.

Nah, biasanya saya memerhatikan kondisi Igo saat dia sedang bat-pil…hal ini dibutuhkan untuk menentukan langkah berikutnya: diberikan obat atau tidak, dibawa ke dokter atau tunda. Kalau aktivitasnya seperti biasa, tidur masih nyenyak (hanya sedikit merasa tidak nyaman karena batuk atau hidung tersumbat), makan dan minum jalan terus…saya akan ‘hajar’ Igo dengan banyak konsumsi air putih hangat dan jus buah seperti yang disarankan DSA-nya (ya, Dr. Kiki menyarankan hal tersebut pada kami). Kedua hal itu bisa juga ditunjang oleh terapi uap, sebaskom air panas beri tetesan minyak kayu putih, di kamar tidur. Kalau home treatment yang sudah dilakukan tidak membuat kondisi membaik; aktivitas terhambat karena badan anak lemas, makan tidak selera sama sekali, minum berkurang drastis, baru kami akan membawa Igo ke dokter. Yes, with RUM you have to use your brain :p and also your motherly instinct jadi bukan hanya semata-mata “berprinsip” lantas jadi merasa seperti dokter. Judulnya saja “rational” berarti pemberiannya harus masuk akal (misal: dosis sesuai sakit yang diderita) bukan sama sekali tidak boleh.

Tapi, apapun…untuk urusan anak semua kembali lagi kepada orangtuanya, mau dirawat dengan cara apa, prinsip yang bagaimana. Jangan bosan untuk memperkaya informasi dengan membaca dan bertanya (juga cara lain) tapi jangan lantas mendadak merasa pintar setelah menyerap semua informasi yang masuk.

PS: Maaf ya, Ma…karena Igo masih aktif, makan dan minum tidak terganggu, tidur pun lelap…kami memutuskan untuk tidak berkonsultasi (dulu) pada Dr. Kiki.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s