A Tidak Akan Pernah Menjadi B

Haha…hari ini saya mendapat link blog dari seorang teman, temanya persiapan pernikahan. Sesekali si empunya blog juga menyelipkan cerita kesehariannya. Dan perlahan terkuaklah fakta-fakta yang kadang bikin pembaca garuk aspal karena rasa iri (yang sehat tapi *emang ada?*) juga mengangguk kepala sembari berkomentar, “Pantas saja dia bisa begitu.” Seperti biasa, kami membahasnya di ‘sekolahan’. Salah satu teman bilang kalau dirinya kurang sreg dengan blog-blog jenis itu karena menurutnya itu sama saja dengan menjembreng kehebatan hidup (yang berhubungan dengan materi tentu). Saya pribadi berpendapat, apapun yang ingin ditulis orang di blog adalah hak mereka selama tidak bersinggungan dengan SARA. Karena jika kita tidak suka apa yang ditulis, we can always close the tab, right?

Tapi memang sih ada jenis-jenis blog yang menurut saya termasuk dalam kategori “guilty pleasure”. Bete saat membaca tapi teruuuuuus ditengok, hahahaha. Ya, harus diakui kalau saya punya banyak blog berkategori seperti di atas (dan tentu tidak saya pampang di deretan “Blogroll” :D). Di satu sisi blog kategori tersebut seperti membuat diri ini tidak bersyukur atas kondisi pribadi (karena memang bawaannya iri dengki melulu hihihi) tapi di sisi lain justru malah mendongkrak rasa syukur. Lagipula mau diberi justifikasi seperti apapun, kalau si penulis niatnya memamerkan apa yang dia miliki akan terlihat kok dari susunan katanya. Yep, you can tell A LOT by one’s writtings.

6 thoughts on “A Tidak Akan Pernah Menjadi B

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s