Lebih Nyeri Dari Sakit Gigi

Di kantor yang mayoritas perempuan ini biasanya pembicaraan di saat makan siang didominasi dengan tema keluarga (anak, suami, ipar, you name it) serta belanja. Dari pembicaraan kami bisa disimpulkan kalau (sebagian besar) keluarga pasti punya anak yang selalu dianggap ah-dia-pasti-bisa-kok-sendiri dan dijadikan tumpuan (baca: sering disuruh-suruh) jika orangtua atau saudara membutuhkan sesuatu. Biasanya anak yang malang “mandiri” ini memang sudah ‘dilepas’ sejak dini oleh orangtua dan cenderung dibedakan dari kakak atau adiknya. Ketebak gak kalau saya termasuk golongan ini atau tidak? Hihihi. Mudah-mudahan saya dan suami bisa berlaku adil pada anak-anak kami. Sungguh dibedakan itu tidak enak rasanya walaupun hikmahnya adalah kemandirian.

2 thoughts on “Lebih Nyeri Dari Sakit Gigi

  1. Yep, rasanya bener2 ga enak ya man. Skarang gw baru ngalamin, stlah dulu2 hidup ‘tenang’. Mau berdamai ko rasanya susaaahhhh banget. Bahkan inez jg nrima perlakuan yg sama. *menghela nafas*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s