Jend. Li Peng 14 Mos

Satu bulan berlalu dan tanpa terasa kini Igo sudah berusia 14 bulan.

Kebiasaan Makan

Porsi makannya sekarang berkurang dari sebelumnya. Tapi masih dalam batas wajar dan makanan selingan tetap mau disantap. Awalnya si mama (lagi-lagi) khawatir tapi saya meyakinkan kalau hal ini adalah sesuatu wajar walaupun aktivitasnya bertambah. Pertumbuhannya kan tidak sepesat ketika masih kelompok infant, jadi otomatis porsi makanan juga lebih ‘santai’. Dan karena Igo tetap terlihat gempal, hihi, si mama akhirnya menerima alasan saya. Toh frekuensi makan dan kegragasan tetap sama. Salah-salah kalau dipaksa makan terlampau banyak malah jadi GTM. Aduh, amit-amit deh.

Kalau saya perhatikan, Igo lebih suka rasa gurih ketimbang manis. Tempo hari dia dengan lahap ikut saya makan nasi hangat dan jambal roti, hahaha. Selera tua kali ya?

Angin Puyuh Kecil Bermata Sipit

Ya ampun..rasanya saya sudah berkali-kali teriak, “Tobat deh gue” tiap kali Igo sangat err..aktif. Dia senang sekali mendorong, melempar, dan menyenggol barang. Sepertinya saat dia melakukan hal-hal tersebut dia sedang bereksperimen. “Oh, ternyata kalau saya melakukan ini…akibatnya itu ya?”, mungkin ini yang ada di dalam pikirannya.  (tidak, dia pasti tidak berpikir betapa was-wasnya saya ketika melihat dia mencoba menarik bingkai foto supaya jatuh). Jika diperhatikan, terlihat sekali betapa dia menikmati proses belajar ini, salah satunya adalah membuka pintu lemari, menarik semua disposable diaper kemudian menaruh dan mencoba menyusunnya kembali—yang dilakukannya berulang kali. Pastinya, walaupun sekarang Igo sudah lancar berjalan (juga berlari) sehingga tak terlalu perlu lagi khawatir dia akan berkali-kali jatuh, kami tidak bisa lengah sedikit pun. Fase ini sangat menyenangkan sekaligus membahayakan. Dua malam lalu, dalam waktu 10 menit saja Igo berhasil membuka lemari di ruang makan, memecahkan mangkuk (untung pecahannya tidak mengenainya) dan get a taste of dad’s body spray yang tak sengaja dia semprotkan ke tangan dan dijilat (-_-)’. Benar-benar tidak bisa lengah! Walaupun di usianya ini Igo masih belum mengerti konsep mana benda yang berbahaya dan tidak, kami tetap menjelaskan padanya. Jadi untuk sementara banyak barang kami pindahkan demi keamanan si sejuta angin topan.

“I love to play games”

Saya bukan tipe ibu yang buru-buru beli mainan edukasi tiap kali anak masuk kelompok usia baru. Kenapa? Karena biasanya (dan ini terjadi pada Igo juga) anak-anak lebih suka bermain dengan barang yang bukan mainannya. Jadi biasanya saya hanya membaca kira-kira apa yang harus dikenalkan pada anak usia tertentu dan memodifikasinya dengan menggunakan barang yang ada di rumah (belajar susun menyusun dilakukan dengan menggunakan Tupperware atau dispo diaper, LOL).  Nah, karena saya lihat Igo suka sekali bermain sesuatu yang mengharuskannya bergerak jadi ini yang lagi sering kami praktikkan:

  • Petak umpet: heboh dia mengejar siapa pun di rumah dan menggoda agar berbalik mengejarnya. Lokasi favorit adalah ruang tamu dimana antara dinding dan sofa ada semacam gap panjang. Igo bisa masuk dari sisi kiri dan keluar di sisi kanan setelah sebelumnya berhenti di tengah-tengah untuk pura-pura bersembunyi. Maksudnya menambah ”ketegangan” bermain. Haha.
  • Tangkap dan kejar bola: Igo suka sekali bermain di halaman depan. Alhamdulillah rumah yang kami tinggali memiliki halaman cukup enak untuk Igo berlarian mengejar bola. Mukanya bahagia sekali kalau sedang menendang, berlari mengejar, dan melempar bola.
  • Ala lumba-lumba. Ini perkataan suami saat kami harus berulang kali tepuk tangan dan berkata, “Pintaaaaar!” ketika Igo sedang “atraksi” alias melakukan suatu kepintaran. Misalnya: naik turun dua anak tangga menuju ruang tamu tanpa bantuan atau membereskan mainannya. Dia tertawa-tawa sementara kami capek tepuk tangan dan memberikan wajah sumringah.

Lucunya karena kami selalu membahasakan segala sesuatu (dengan harapan Igo cepat bicara dan tidak menggunakan bahasa yang “dicadel-cadelkan”) si Igo malah belajar mengenal anatomi tubuh dan lingkungan. Contohnya tangan. Biasanya kalau tangannya kotor, kami akan membawanya ke kamar mandi untuk cuci tangan. Ternyata tanpa disadari Igo jadi tahu mana tangannya. Kalau ditanya, “Igo, tangannya mana?” dia akan menengadahkan dan memutar-mutar kedua tangannya. Kaki juga begitu. Jika ditanya mana kakinya, Igo akan lari di tempat seakan-akan menunjukkan “Hei, ini yang lagi bergerak namanya kaki lho”. Hidung dan mulut juga sudah fasih ditunjuknya, hanya mata agak susah diajarinya nih. Tak apa ya, Go…satu per satu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s