Sayktya Saswih Dipya

Sebelas tahun lalu, seminggu setelah suami resmi putus dari mantan pacarnya, kami cekikikan di telepon. Bagaimana tidak, saya merasa tertantang kemudian akhirnya mengutarakan perasaan lalu mengajukan pertanyaan, “Lo mau jadi pacar gue?” Suami kesal karena merasa dilangkahi. “Harusnya gue yang tanya…bukan lo”, ujarnya.

Tiga tahun lalu, sembilan belas hari setelah almarhum kakek saya meninggal dunia, kami resmi menikah. Sengajakah? Awalnya tidak. Si Mama yang meminta akad nikah kami dimajukan. Alasannya: 1. Beliau tidak mau Si Papa berlama-lama bahkan sampai ikut resepsi, 2. Kondisi alm. Kakek memburuk dan kami ingin beliau bisa menyaksikan cucu sulungnya menikah. Suami setuju asalkan tanggal kami yang tentukan sendiri. Lihat kalender…eh, pas banget anniversary pacaran ke-8 jatuh di hari Minggu.

Suami, ck ck ck…sebelas tahun kebersamaan! Seperti yang dirimu bilang tadi pagi, tiga tahun pernikahan terlampaui…masih ada dua puluh dua tahun lagi hingga kita bisa masuk Tembang Kenangan. Hahaha. Itu bagian lo deh. Love you so so so much!


8 thoughts on “Sayktya Saswih Dipya

    • Hahah…biasa…kelamaan bok dianya…tll byk intro…hahaha…sementara perempuan butuh kepastian saja tokh? *pembenaran*
      Terima kasiiiih. *cups*

  1. 11 tahun! ….kalau gw jadian sama dias dari smp i could beat u y’know by few more years nyahahaahahah moga langgeng ya mand ama masmu!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s