What if?

Saya termasuk tipe orang yang kerap kali menjalani sesuatu perlahan tapi pasti. Walaupun apa yang sedang dijalani merupakan hasil dari keputusan yang ‘salah’, buat apa disesali toh sudah terjadi. Tapi beberapa waktu belakangan ini saya sering bertanya-tanya, apa yang akan terjadi jika keputusan A, B atau C tidak saya ambil. Apakah saya akan tetap berada pada titik ini? Ataukah kehidupan kami berbeda? Lebih baik kah? Atau lebih buruk?

Salah satu hal yang ‘menghantui’ saya adalah perihal pemilihan jurusan saat kuliah dan jalur karir yang saya pilih sekarang ini. Sejak kecil saya bercita-cita ingin menjadi diplomat. Alasannya simpel: jalan-jalan keliling dunia gratis. Dan ternyata, hingga saatnya memilih jurusan kuliah tiba hanya cita-cita itulah yang tidak pernah berubah. Karena tidak lulus UMPTN jurusan Hubungan Internasional, saya pun mengambil jurusan hukum di salah satu perguruan swasta dengan ‘harapan’ akan mengambil program kekhususan hukum internasional. Entah kenapa, pada semester 3 saat kami diminta memilih program kekhususan, saya bingung. Dasar Libra, haha..plin plan melulu. Akhirnya saya pun berkonsultasi dengan mama. Dan beliau menyarankan agar saya mengambil hukum bisnis dan industri saja. Pemikiran beliau hukum internasional itu sudah banyak peminatnya, padahal di kampus saya itu…program bisnis dan industri dijuluki program sejuta umat. Belajar dari pengalaman harus-nurut-sama-mama-kalau-tidak-biasanya-akan-terjadi-sesuatu-yang-tidak-enak akhirnya saya pun menuruti saran beliau.

Sayangnya, saat berkutat dengan pasal-pasal bisnis itu saya merasa salah ambil jurusan. Si suami (dulu teman jalan, halah) malah berkata seperti ini ketika saya curhat, “Lah kalau menurutku sih kamu cocoknya ambil psikologi. Kamu suka memerhatikan karakter orang.” Jiaaaaaahhhh pembicaraan itu terjadi ketika kami duduk di semester 4. Nanggung kalau mau banting setir alias pindah kuliah. Plus, siapa juga yang mau bayarin? Karena tak mau lagi berlama-lama belajar pasal dan ketentuan, hihi, saya pun ngebut dan berhasil lulus cepat. Kemudian…uh-oh, kerja apa ya saya? HAHAHAHA.

Saya nyemplung di dunia tulis menulis juga tidak sengaja. Semua bermula karena doyan menulis blog, tiba-tiba network sudah terjalin and here I am five years later managing an imprint that publish health books. Saya suka sekali bekerja di bidang ini. Banyak orang bilang lebih baik dibayar sedikit tapi melakukan hal yang kita sukai dibanding dibayar tinggi tapi alergi sama pekerjaannya. Ih, yang enak mah dibayar tinggi untuk melakukan hal yang kita sukai. Haha. Anyway, saya sering bertanya-tanya saja apa jadinya ya jika saya bukan SH murtad dan bekerja di biro hukum…apa sekarang kami tidak berada pada titik ini? Atau, apa jadinya kalau dulu saya mengambil jurusan psikologi? Hihi the list keeps going on and on.

Pengalaman ini saya jadikan panduan untuk membantu anak-anak saya nanti dalam menentukan jalan mereka. Selama positif, Insya Allah kami akan mendukung mereka 100 persen. Saya hanya tak ingin “what ifs” menggelayuti pikiran mereka dalam menjalani hidup.

PS: Wah, harusnya hari ini post perkembangan Igo 14-15 bulan…Senin deh, hehe.

5 thoughts on “What if?

  1. Yes pertamax!!

    Aku jg dulu cita2nya jd polwan ato ga jd perwira, kuliah di farmasi, terus sekarang kerja di askes sbg verifikator (baca: tukang stempel). Tak nyambung..
    Kalo ngeliat polwan atopun perwira kadang aku membatin, ‘ih keren, itu cita2ku dulu’. Huehehe..
    Tapi yah itu, seperti mba sebutin, ga mungkin banting stir..jadi yah nikmati sajalah..

  2. hehe jadi inget film Letters to Juliet…
    “‘What’ and ‘if’ two words as nonthreatening
    as words come. But put
    them together side-by-side and they
    have the power to haunt you for the
    rest of your life: ‘What if?’…”

    Well gue percaya deh smua udah ada yang ngatur…. biar gak ada penyesalan dengan kata2 what if…karena hidup memang tidak untuk berandai-andai *halaah omongan gwwwww :-p*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s