Jend. Li Peng 15 Mos

Satu bulan sudah berlalu, artinya ini waktu bagi saya untuk membuat ringkasan perkembangan Igo selama satu bulan terakhir.

Igo dan keras kepala

Tiba-tiba saja ia menjadi sangat sangat SANGAT keras kepala. Sepertinya apa yang sudah ia putuskan tidak bisa dibelokkan sama sekali. Dan lucunya (?!) hal-hal yang keukeuh dia lakukan itu adalah hal-hal yang sudah kami larang seperti berlari di jalan depan rumah kakak ipar tanpa digandeng (ia akan meronta-ronta minta dilepas) dan menuangkan air minumnya di atas karpet ruang TV. Suami sering mengingatkan saya agar lebih tegas lagi ke Igo. Tapi saya punya pendapat sendiri, sepertinya Igo benar-benar sedang memahami konsep sebab akibat. Teori saya, ia melakukan semua “kenakalan” itu untuk melihat reaksi dari lingkungannya. Otomatis jika reaksi kita adalah menaikkan nada bicara atau bahkan berteriak karena kaget, dia akan terprovokasi untuk melakukannya lagi. Susah susah gampang deh.

Igo and teman main

Suami seringkali gemas dan menaikkan nada suara ketika melihat Igo memukul teman mainnya. Apalagi raut mukanya terlihat lempeng saat melakukannya. Dari yang saya baca, lagi-lagi hal tersebut berhubungan dengan mengenal konsep sebab akibat. Igo hanya ingin melihat reaksi teman mainnya ketika didorong olehnya. Biasanya saya (dan kadang suami) ‘menurunkan’ level agar pandangan mata sejajar dengan Igo kemudian berulang kali menekankan dengan kalimat sederhana kalau memukul itu tidak baik dan temannya merasa sakit. Kalau masih berlanjut, Igo akan kami ‘angkat’ dari arena bermain dan membiarkannya bermain sendiri sampai ia lupa akan ‘eksperimen’ tadi.

Igo yang Tidak Bisa Diam

Tiga bulan belakangan ini Igo sudah cukup fasih berjalan dan berlari. Kini ia bahkan mulai mahir berhenti mendadak dan belok (membuat orang di sekelilingnya sport jantung). Entah ia dapat dari mana tenaga yang tiada habisnya itu. Sama sekali tidak bisa diam walaupun sedetik. Ada saja yang dilakukannya: mendorong mobil-mobilan (hingga memutarbalikkannya!), berjalan jinjit, berdiri di atas meja…you name it.

Beberapa waktu lalu saya menemukan toko online yang menjual board book with wheels (Thomas The Tank Engine dan Postman Pat). Langsung saja saya beli dan benar prediksi saya, Igo SANGAT menyukai buku-buku itu. Setiap hari saya pasti diminta untuk membacakannya untuk dia. Ia bahkan bisa menirukan saya yang berpura-pura menarik “klakson” kereta dan menyuarakan “Tuuuut, tuuuuut” (walaupun belum terlalu jelas). Apa mungkin karena Igo laki-laki ya? Ia menaruh minat sangat besar pada beragam jenis kendaraan; mobil, kereta api, motor. Bahkan piama baru yang sengaja dipilih bergambar mobil dan excafator tak luput dari histeria alias tidak boleh dilepas dan dicuci! Pokoknya maunya pakai terus, kalaupun akhirnya boleh dilepas…piamanya harus ikut masuk ke kamar mandi agar bisa ia pandang-pandang saat berendam. Haha.

6 thoughts on “Jend. Li Peng 15 Mos

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s