Healthy Sleeping Habit

Sudah beberapa waktu tidur malam Igo terganggu. Seringkali ia tiba-tiba menangis tanpa sebab. Awalnya bisa diredakan dengan menepuk-nepuk punggungnya tapi lama kelamaan cara ini tidak mempan. Kadang kami harus memanggil namanya dengan nada tegas untuk sedikit menyadarkannya bahwa ia sedang bermimpi. It’s very exhausting! Terutama karena yang rajin terbangun hanya saya (memberikan tatapan sejuta belati pada suami). Biasanya suami akan terbangun jika rengekan Igo sudah sangat mengganggu dan menegurnya dengan tegas. Lalu Igo akan menyambut teguran itu dengan menangis semakin kencang (-_-)’, ini artinya tugas saya semakin susah karena harus lebih keras lagi menenangkan anak yang tadinya hanya terbangun karena mimpi buruk (atau mungkin night terror) tapi kini kesal karena ditanggapi dengan “kasar”. Hhhh….

Rupanya yang dialami oleh Igo umum terjadi pada anak-anak. Apalagi di usianya sekarang Igo sudah mengenal mimpi. Setelah baca sana sini, saya berkesimpulan kalau apa yang dialami Igo adalah night terror (teror malam hari) bukan nightmare (mimpi buruk). Teror malam hari adalah gangguan tidur yang biasa terjadi pada balita, bisa saja hal tersebut terjadi saat anak sedang tidur tanpa bermimpi. Tiba-tiba ia terbangun dan menangis tapi tidak menyadari keberadaan orang di sekitarnya walaupun kadang matanya terbuka. Jika ia sudah tenang, anak akan kembali tidur dengan pulas begitu saja. Semacam sulap. Haha. Dan anak tidak akan ingat kalau ia mengalami teror malam hari  saat bangun esok paginya. Nah, kalau mimpi buruk yang terjadi…anak akan enggan tidur kembali karena tahu apa yang membuatnya takut dan bisa menceritakannya pada kita. Dari perbedaan kedua hal tersebut lah saya berkesimpulan kalau Igo mengalami teror di malam hari.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi teror malam hari pada anak. Pastikan anak mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Dan lakukan ritual pengantar tidur yang bisa menenangkan anak seperti mendongeng atau bernyanyi. Nah, sepertinya ini masalah yang dialami Igo. Biasanya waktu sebelum tidur kami manfaatkan untuk bermain di kamar; membaca buku cerita, menonton TV hingga bergulat sampai Igo terkekeh-kekeh. Yang saya sebutkan terakhir sepertinya biang kerok munculnya si teror malam. Mainnya terlalu seru! Beberapa hari lalu, suami pulang sedikit telat karena harus bertemu klien. Ini artinya sebelum tidur aktivitas Igo tidak terlalu heboh (ya, biasanya yang bergulat ria itu suami dan Igo). Malam itu tidurnya tenang, hanya terbangun sekali untuk minum susu. Sebenarnya tip ritual sebelum tidur itu mudah dilakukan tapi  ya namanya becanda kan susah direm..hehe. Akhirnya saya hanya mengingatkan suami saja jika saya lihat becandanya sudah kelewat seru.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s