Sudah Pasti Tidak Dilaknat Malaikat

Saya percaya setiap orang yang kita temui dalam hidup ini membawa misi tertentu untuk kita. Entah itu memberi kita pelajaran soal sifat manusia atau yang lebih dahsyat lagi, membawa perubahan positif dalam diri kita. Dan saya begitu beruntung mendapat kesempatan bertemu (baca: berteman) dengan sosok yang satu ini. Namanya Indah tetapi dia lebih dikenal dengan panggilan Ida. Kami mulai berteman ketika saya pertama kali menginjakkan kaki di kantor ini err..tiga-empat tahun lalu. Dia (dengan cepat) mengubah persepsi saya tentang wanita berjilbab. Selama ini saya memiliki bayangan bahwa mereka yang berpakaian muslimah pasti A, B,  C dan melakukannya dengan  ekstrem. Mungkin saja pikiran saya ini sempit dan dangkal…tetapi yang pasti sekarang lebih terbuka berkat Ida.

Ida adalah contoh istri yang cukup ideal. Dia bekerja untuk membantu suaminya mengumpulkan pundi-pundi demi keluarga mereka tetapi tidak pernah lalai akan kewajibannya sebagai nyonya rumah. Dia mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga; mencuci baju, menyetrika, memasak, beberes, tanpa bantuan ART.  Masih sempat pula mengerjakan rodian (istilah kami untuk side job). Ida dan suaminya, Daus adalah anak rantau. Apa yang mereka miliki sekarang adalah murni hasil keringat sendiri tanpa campur tangan orangtua. Rumah? Ada, sudah lunas pula cicilannya! Kendaraan pribadi? Ada. Apakah saya iri? Sama sekali tidak. Justru saya malu karena belum bisa mengikuti jejak mereka.

*saat saya mengetik cerita yang saya dedikasikan untuknya, suara Ida terdengar hingga ke kubikel saya padahal kami beda lantai…hahaha*

Tanpa dia sadari cerita-ceritanya soal bermacam hal menginspirasi saya untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Contoh kecil saja, suatu hari dia bercerita soal pikiran rakusnya saat dia melihat isi amplop bertuliskan ZAKAT di dalam lemari yang selalu diisi Daus tiap kali ada pemasukan tambahan. Sambil tertawa-tawa dia bilang kalau harus kuat iman melihat isinya, kalau takut khilaf lebih baik transfer saja langsung ke rekening-rekening penyalur zakat yang terpercaya. DANG! Saya jadi berpikir adakah zakat pendapatan yang lewat saya “setorkan”?

Hal lain yang patut dipanuti dari Ida adalah cara bekerjanya. Jarang sekali datang terlambat ke kantor. Jam 8 teng di saat biasanya teman-teman lain masih berkasak-kusuk sarapan, browsing, atau ngerumpi…Ida sudah duduk manis di kubikelnya…main BB…hahaha, gaklah..kerja. Selesai makan siang selalu tepat jam 1. Kalau dulu saya sering long lunch di ITC Kuningan sekarang maluuuu…hehe tapi Ida mengerti “panggilan hati” saya yang satu ini..once in a while she cover my ass when I feel the urge to go to ITC K on a work day. LOL. Pokoknya kalau kantor ingin memberikan penghargaan karyawan terbaik, Ida pasti menang!

Tapi jika saya harus memilih satu kelebihan dari sosoknya yang paling saya kagumi, saya akan memilih bagaimana dia ikhlas menjalani hidup. Off course she swears occasionally…who doesn’t right? Tapi seberat apapun masalah yang sedang dia hadapi, senyum dan tawa pasti terlihat di wajahnya. Ida sudah menikah lebih dari empat tahun dan belum dikaruniai anak. Mereka sudah berkonsultasi ke dokter dan hasilnya…tidak ada masalah, memang belum waktunya saja. “Kasus” ini membuat saya berpikir banyak, salah satunya adalah waktu  milik-Nya. Menurut saya, Ida dan Daus adalah pasangan suami istri yang sudah menjalani semua hal dengan semestinya, mereka juga siap lahir dan batin tetapi Yang Di Atas masih ‘menahan’ rezeki yang satu itu. Waktu tepat bagi manusia belum tentu tepat menurut-Nya. Dan ini dijalankan dengan sangat ikhlas oleh Ida.

Ida adalah sosok wanita masa kini yang sangat ideal saya masukkan ke dalam daftar panutan hidup. So here’s to you my friend…thank you for being a great companion..but most of all…thank you for shinning on my gloomy path.

-Judulnya aneh…a private joke between me and Ida

4 thoughts on “Sudah Pasti Tidak Dilaknat Malaikat

  1. aaaaaaaack, *sibuk ambil tisu* *berlinangan air mata* *pipi memerah* *terharu* (stop sebelum lebay)

    Mandaaaaaa. *semoga ini ga kedengaran sampe lantai atas* =))

  2. eh, aku ikutan terharu baca iniiii….
    ida buat aku juga seseorang yang super spesial. walaupun jaraaang ketemu, tapi tetep aja, she’s one of my closest circle. cups cups buat ida.

    eh, manda.. gw dari tadi baca blog lo nih, padahal mesti packing. hahhahaa….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s