The Motherhood Network

Sabtu kemarin saya dikejutkan oleh tweet salah seorang teman baik. Dia bilang temannya membutuhkan donor ASI untuk anaknya yang berusia dua bulan. Usus anak itu luka karena orangtuanya mengikuti saran DSA yang menyuruh mereka memberikan MPASI. Miris saya membacanya. Lantas saya coba-coba saja bantu dengan meneruskan tweet ke dalam time line saya. Alhamdulillah hingga Sabtu sore masih mengalir informasi mengenai donor ASI tersebut. Saya pun memberikan informasi tersebut pada teman saya, yang akan memberitahukan orangtua si anak malang itu. Di penghujung hari, teman saya bilang kalau temannya sangat berterima kasih. Apakah saya senang? Untuk si anak, tentu. Tapi untuk orangtuanya…tetap miris.

Saya balas pesan dari teman saya itu. Saya minta dia untuk menyampaikan pesan penting. Salah satunya adalah giat mencari informasi soal anak. Hal yang mega penting ketika kita menjadi orangtua. Dokter yang menyarankan itu ya memang gila, tapi orangtua si anak juga tidak luput dari salah. Apa memberikan makanan pendamping kepada bayi usia 2 bulan itu masuk akal? Hadeh.

Beberapa hari sebelumnya saya mendapat kabar kalau seorang teman lama baru saja melahirkan anak pertamanya. Dan dia mengirimkan sms berisi keluh kesah soal baby blues dan ASI ke saya. Dia bilang dia tidak tahu lagi harus cerita ke siapa. Aww, saya merasa tersanjung. Saya tidak lulus memberikan Igo ASIX dan saya tidak bangga akan hal itu. Tapi saya berjanji saya akan memperbanyak ilmu agar kejadian itu tidak berulang pada adiknya Igo kelak dan saya akan berusaha memberi dukungan penuh pada siapa pun yang ingin memberikan ASIX pada bayinya. Saya pun tidak putus-putus menyemangati teman lama itu. Jam berapa pun smsnya saya terima, saya pasti balas saat itu juga. Saya sadar betul di saat-saat pertama kali jadi ibu, teman berbagi sangatlah dibutuhkan. Sama seperti apa yang dilakukan Leila pada saya satu setengah tahun lalu. Dulu, Leila berkata kalau dirinya pun “ditolong” oleh teman baiknya. Jadi hal yang terbaik adalah terus menjalin “motherhood network” itu kan?

4 thoughts on “The Motherhood Network

    • Yg pasti lokasi DSA tersebut di Bekasi. Belum ada kabar lagi sih tapi kemarin itu Alhamdulillah banget semua nomor yg gue kasih bisa dihubungi dan katanya sdh dapet donor cukup banyak. Pembelajaran untuk orangtuanya juga lah…jangan asal percaya. Mudah2an Sultan (nama anaknya) bisa segera pulih.

  1. Sepertinya tidak kembali ke DSA itu sih..goblos banget ya. Kesel lho gue dengernya. Lebih kesel lagi sebenernya ke orangtua si anak itu. Kok bisa di zaman seperti skrg ini kurang informasi seperti itu. Gue bilang hal tsb krn ya gue bisa lah mengira2 background orangtua si anak seperti apa. Teman gue pun mengakui kl temannya itu bener2 kurang informasi. Huhu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s