Si Ibu Padangisme

Dulu saya sempat mengikuti akun Twitter seorang perencana keuangan handal tetapi kemudian meng-unfollow-nya karena merasa kurang cocok dengan pilihan kata dia di saat menjelaskan sesuatu. Tapi ya dasar handal mah handal saja…hehe, jadi saya tetap setia membaca blog di situsnya. Dan sore ini ada dua poin penting yang saya cermati untuk kemudian direalisasikan. Here they are:

Parent Trap

Maksudnya adalah kondisi di mana anak terjebak di dalam kondisi keuangan orangtuanya. Tidak ada orangtua yang berniat menjebak anaknya tetapi situasi tersebut seringkali terjadi dan tak terkecuali pada kami. Apa saja sih yang termasuk “parent trap” ini? Dana pensiun, dana kesehatan, dan bayar utang. Si perencana keuangan berkata mau tidak mau kita harus bisa membicarakan ketiga kondisi di atas dengan orangtua kita. Beuh. Cari mati banget kan? Tapi perlu dan penting, gimana dong? So far saya masih merasa buntu soal “parent trap” ini, yang penting saya dan suami sudah mengenali bahwa kami memiliki situasi ini.

The Children’s Independence Fund

Idealnya adalah orangtua menyiapkan segalanya (baca: tabungan, investasi, dll) untuk anak .  Dan ini termasuk ke dalam rencana finansial kami, sedikit demi sedikit…pelan-pelan (banget). Tip dari si perencana keuangan yang akan kami terapkan di keluarga:

a). menyimpan uang salam tempel dan uang kado ulang tahun anak dalam bentuk tabungan atau investasi reksadana;

b). part time job untuk anak (misalnya bantu cuci mobil dengan upah sekian dan upah tersebut dimasukkan ke dalam tabungan konvensional alias disimpan ibu).

Masih ada tip yang (sangat) ingin kami terapkan yaitu:

Reksadana Jangka Panjang
(Reksadana Campuran atau Reksadana Saham)

Mudah-mudahan di saat  Igo berusia 6 tahun, kami bisa menyisihkan sekian ribu rupiah per bulan untuk diinvestasikan selama 12 tahun. Jadi saat dia berusia 18 tahun, ada jumlah yang cukup signifikan untuk tabungan “tinggal landas”-nya.

Canggih malih rencananya…sekarang tinggal usaha dan tawakal. Amin Ya Allah!

4 thoughts on “Si Ibu Padangisme

  1. Wueeddeh..maminya igo dan papi nya igo bener2 huebaattt.
    Inspiratip sangat!
    Tapi mba, kalo misalnya ngejanjiin ke anak tiap nyuci mobil dapet duit..bukan nya mendidik anak untk kurang iklas dalam bekerja yak?

    • Memang terlihat spt “menjanjikan”. Semua kan tergantung penjelasannya ke anak. Hrs dibedakan penjelasan soal kerja-upah dan bantu orangtua beberes rmh. Asal orangtuanya jujur dan bs menjelaskan, anak pasti dpt intinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s