Bukan Karena Dipakai Sembarangan dan Bukan Pula Anak Sapi

#1 Minggu lalu seorang menteri habis dicerca oleh publik di dunia maya karena membuat pernyataan (yang dianggap) bodoh karena main seenaknya memuat istilah yang dilontarkan mantan menteri kesehatan.

#2 Dua hari lalu istilah “anak sapi” kembali mencuat entah siapa yang memicu (malas cari tahu).

Apa kesamaan dari kedua kasus di atas? Menurut saya, kedua kasus di atas menunjukkan betapa orang Indonesia masih sering cuek bebek terhadap perasaan sesamanya. Memang sih jika ditilik maksud kedua kasus di atas itu ada baiknya. Pak Menteri (mungkin) mau memperingatkan publik soal penyakit tertentu yang salah satu penyebarannya melalui seks bebas tapi dia kurang peka. Orang yang menggunakan istilah “anak sapi” (mungkin) hanya ingin mengampanyekan ASI eksklusif tapi lagi-lagi dia kurang peka.

Kurang peka pada siapa sih? Haloooo…ada kelompok lain lho di luar sasaran mereka. Kasus #1 tentu saja menyinggung publik terutama mereka yang memang memiliki kondisi HIV positif bukan disebabkan oleh seks bebas (atau perbuatan melanggar norma lainnya). Kecaman datang dari sana sini. Kasihan Pak Menteri. Makanya, pak…lain kali jangan asal ketik. Kasus #2 membuat kelompok ibu-ibu geram…terutama ibu yang tidak bisa memberikan ASI eksklusif, termasuk saya. Jangan salah, saya mendukung gerakan ASIX (dengan asyik tentunya). Saya paham sekali rasa bangga yang dirasakan para ibu yang berhasil lulus S1-S2 ASI…gini-gini saya juga pernah merasakan jatuh bangunnya memberikan ASI pada anak, ngerti kok kalau bisa lulus S1 saja rasanya seperti surga dunia. Tapi saya tidak habis pikir jika kondisi positif tersebut yang harusnya bisa memotivasi lingkungan malah dijadikan bahan jumawa. Apalagi sampai bisa mengeluarkan pernyataan “..karena anak saya bukan anak sapi”. Lah, kalau si anak ASIX yang diperkenalkan bukan anak sapi itu lantas doyan keju, yogurt lalu minum susu UHT…sapi juga kan jadinya? [Eh, kalau keju atau yogurt dari susu kambing jadinya kambing sih bukan sapi…eeeaaaaa!] Saya tidak pernah bertanya pada teman atau keluarga soal minum susu apa anak mereka. Itu bukan urusan saya. Saya lebih senang mengampanyekan ASIX (atau hal lain yang berkaitan dengan parenting) dengan cara berbagi pengalaman.

Dunia nyata dan dunia maya memiliki kesamaan, kita kudu pakai otak sebelum membuka mulut. Apalagi di Twitter tuh…140 karakter tok. Tantangan banget bagi orang Indonesia yang menulis panjang lebar di blog saja masih suka belepotan menerangkan sesuatu.

3 thoughts on “Bukan Karena Dipakai Sembarangan dan Bukan Pula Anak Sapi

    • Yg gue bingung sm ibu yg mengeluarkan pernyataan itu…gue asumsikan dia melek internet dan ikut milis, mbok ya lebih sensitif.
      Tapi biarkan saja, didoakan ASI-nya melimpah terus supaya anaknya jadi anak manusia aja.

  1. A.. O.. Mba🙂 Disusui ASI sehari, seminggu, 4 bulan, 6 bulan, setahun, 2 tahun, atau ada yang sampai 2-3 tahun, .. please no judgement😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s