Jejak Petualang Cilik

Walaupun ibu bukan  an outdoor type of person tapi dia berjanji akan mencoba bermacam aktivitas luar ruang demi pengetahuan anak. Dan di suatu hari nan ceria, ayah menagih janji tersebut dengan mengajak ke Kebun Binatang Ragunan. Berbekal Rp 9.000 (dua tiket dewasa (atau anak berusia di atas 3 tahun) @ Ro 4.000 + asuransi Rp 500) berangkatlah keluarga kecil berpetualang menyusuri sekian ribu meter persegi dengan harap-harap cemas agar hujan tidak turun sebelum petualangan selesai.

Ternyata si anak sangat menikmati jalan-jalan beda kali ini. Sibuk lonjak-lonjak dan memanggil hewan dari balik pagar kandang sembari sesekali berteriak kegirangan.  Keadaan bertambah heboh saat anak melihat kereta (bohongan) lewat, bisa ditebak dia langsung minta naik. Yak, dengan membeli tiket lagi seharga Rp 10.000 (anak di atas 3 tahun dan orang dewasa @ Rp 5.000) kebahagiaan si anak bertambah berkali-kali lipat. Mana dia mau tahu orangtuanya heboh memindahkan tas, melipat stroller, dan menaikkannya ke atas kereta…yang penting dirinya bisa melambaikan tangannya ke arah singa, gajah, dan kura-kura.

Tapi ada untungnya juga naik kereta itu, ayah dan ibu jadi tahu di mana Pusat Primata Schmutzer. Dengan merogoh kocek (lagi) sebesar Rp 10.000 (anak di atas 3 tahun dan orang dewasa @ Rp 5.000), si anak bisa melihat gorila dari jarak dekat…gorilanya sedang makan manggis pula. Hebat. Sayang ketika masuk ke dalam ruang observasi orangutan, tidak terlihat satu ekor pun di dalam enklosur (kandang yang dibuat menyerupai habitat asli) . Rupanya tiga orangutan itu sedang leyeh-leyeh di ruang santai masing-masing. Si anak heboh sekali ketika orangutan jantan tiba-tiba muncul dari bawah kaca observasi seakan-akan mengajaknya bermain cilukba (-__-)’ dan meminta orangutan itu untuk mengulanginya lagi.

Ternyata mengajak anak ke Ragunan di hari kerja ada tidak enaknya: beberapa kandang atau atraksi terlihat kosong dan belum siap menerima kunjungan. Yah, tidak apa deh…kan baru perkenalan. Oh ya, di akhir petualangan si ayah ‘menebus’ foto ala wisuda yang digelar di pintu keluar…6 foto dibeli dengan harga Rp 30.000 (tentu saja dengan proses tawar menawar gigih). Bisa dibilang petualangan kemarin itu irit dan cukup menyenangkan. Nanti petualangan berlanjut ke Taman Safari ya…

PS: Rahasia ibu agar bisa selamat hingga akhir petualangan adalah dengan menenggak Neuralgin😀

2 thoughts on “Jejak Petualang Cilik

  1. ah! mau bawa Nara ke sini ga jadi2 soalnya mikir wiken bakal rame and the bre bikin males hahaha

    taman safari seru kok pasti lebih menyenangkan untuk anak2 tapi kalo libur…hadeeeh… gw berangkat pagi sampe siang dan gara2 ada buka tutup jalan baru bisa turun jam 7 malam….*pusing*

    • Gue dan Febri sepakat kalo jalan-jalan ke bonbin (TSI dan Ragunan) itu kudu cuti.
      Downside pergi di hari kerja ya itu tadi…kandang banyak yg kosong dan atraksi juga santai gitu..mungkin pengaruh gue ke sana Senin, Minggunya pasti ramai kan? Untungnya kandang hewan standar anak-anak macam jerapah, zebra, gajah, dan singa sih terisi..hehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s