Bersyukur … Lagi dan Lagi ….

Dua bulan belakangan ini, Alhamdulillah keluarga kami sedang menikmati cobaan. Sedih? Stres? Tentu saja, wajar … manusiawi banget. Tapi tidak berlarut-larut. Hidup berjalan terus dan kami harus terus menatanya … demi Igo. Ada dua poin penting yang saya pelajari saat menjalani cobaan tersebut, kekuatan ikhlas dan sedekah. Tidak … saya bukan sok suci, tapi dua bulan ini saya merasakan sekali manfaat kedua hal tersebut.

Ikhlas

Masih episode menerapkan Quantum Ikhlas karya Erbe Sentanu. Saya benar-benar santai saat didera masalah. Kemajuan pesat jika dibandingkan beberapa bulan lalu sebelum berkenalan dengan meditasi pagi hari. Febri pun mengatakan hal yang sama. Dia bangga saya bisa mengontrol emosi lebih baik daripada sebelumnya. Mudah-mudahan ke depannya saya bisa lebih ikhlas dalam menghadapi semua hal; susah dan senang.

Sedekah

Dulu saya terlalu perhitungan. Bukan berarti tidak zakat atau sedekah lho, ya. Tapi kalau harus mengeluarkan ekstra di luar anggaran yang sudah disediakan, rasanya berat sekali. Betapa bodoh dan naifnya saya. Perlahan saya ubah kebiasaan buruk itu. Sedekah bukan hanya masalah ikhlas, tetapi juga pantas atau tidak. Masa penghasilan dan pengeluaran tersier bisa sekian tapi sedekahnya medit? Rasanya kok malu. Dan Alhamdulillah, saya bisa membuka mata dan melihat kedahsyatan sedekah. No need to share the details, yang pasti manfaat yang kami rasakan banyak banget.

Cobaan itu tidak selamanya diberikan untuk menguji kita, tapi juga membuat kita belajar akan hal (lama tapi terasa) baru😀. Sekarang semua ada di tangan kita, mau meratapi nasib atau mencoba memperbaiki diri?

4 thoughts on “Bersyukur … Lagi dan Lagi ….

  1. Gw suka episode demi episode tulisan lo tentang pembelajaran ikhlas, karena sama gw juga belajar mengendalikan emosi…. dulu gw pikir kenapa mesti milih2 buku yang dibaca, fanatik amat =) tapi gw mulai percaya buku Quantum Ikhlas ini memang menembus relung2 jiwa, hihihihi sekarang gw mulai sepakat untuk memilah bacaan….
    Pagi akan datang justru ketika malam terasa semakin pekat, katanya ujian berat yang datang mengisyaratkan bahwa ‘Pesanan’ akan segera diantar oleh Sang Pencipta…🙂 (semoga masalahnya cepat selesai jeng..) maaf comment kepanjangan he

  2. gw merasa tertampar baca postingan lo ini Man terutama soal sedekah. Iya gw rasa gw terlalu perhitungan. Tiap abis gajian mentingin pos2 yang rasanya patut didahulukan. Seharusnya kan gw ikhasin untuk sedekah berapapun itu baru deh kebutuhan penting yang tidak terlalu penting itu dibudgetin,
    Makasih mengingatkan ya🙂

    • Kalau kasus gue, biasanya kan pos sedekah sudah ada. Nah, kalau “diminta” untuk menambah pos itu rasanya berat … hehe. Soalnya membuat anggaran bulanan jadi tidak balance. Padahal, kan, sedekah tidak akan bikin jatuh miskin, ya. Namanya juga belajar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s