Panduan Paling Mahal

Ada satu hal yang saya harap disertakan Tuhan saat menitipkan Igo pada kami: buku panduan menjadi orangtua. Agak ngeri, sih, membayangkan kalau memang hal tersebut benar terjadi … buku keluar bersama bayi -__-“. Kenapa saya punya harapan begitu? Karena setelah status ini berubah, saya kok seperti merasakan semua perasaan ever invented. Senang, sedih, terharu, bangga, kesal, takut … you name it. Beragam perasaan itu muncul tiap kali ada suatu hal (baik atau buruk) terjadi pada Igo.

Perasaan yang menurut saya paling dahsyat dirasa seteah menjadi ibu adalah bingung. Bagaimana tidak, semuanya serba baru dan butuh adaptasi cepat. And I’m not just talking about a newborn, ya, tapi semua tahap kembang anak. Mulai dari belajar latch on, memandikan bayi, memberikan makanan pendamping, mengatasi GTM/GMM, penanganan selesma atau common cold yang sepertinya doyan banget mampir ke anak-anak, pemilihan alat bantu seperti jenis stroller, perlu atau tidaknya membeli satu alat bantu sampai urusan sekolah.

Tapi Tuhan memang Maha Tahu. Tanpa kita sadari, panduan yang dibutuhkan sudah diberikan pada kita. Hanya saja bentuknya bukan seperti buku tapi berupa insting seorang ibu. Saya harus mengakui kalau saya bukan tipe wanita keibuan yang lemah lembut tapi saya merasakan sesuatu yang begitu kuat saat Igo lahir. Kemudian dengan berjalannya waktu, saya jadi tahu kalau itulah yang dimaksud dengan insting ibu. Memang, sih, insting itu tidak selalu jelas memberikan panduan pada saya. Kalau sangat jelas, namanya internet. Hehe. Dan kadang “ketidakjelasan” insting sering beradu dengan logika (yang sudah banyak dipengaruhi oleh pengetahuan). Lalu bagaimana saya mengasah agar diri ini bisa lebih peka terhadap insting ibu?

Saya suka baca. Apa pun. Semua informasi bisa saya serap dengan cepat. Dan hal ini kadang menyulitkan saya karena saya selalu ingin melakukan sesuatu according to the rules. Lho bukannya malah mempermudah? Nope. Dalam pengasuhan anak, tak ada aturan yang pakem. Aturan ada tapi semuanya kembali lagi ke si anak. Jadi, saya tetap menjadi diri yang suka baca dan menyerap informasi tapi untuk praktik, saya berusaha melihat dan mengamati apa yang cocok untuk kondisi serta situasi kami. Saat memadukan kedua hal inilah insting ibu menjadi terasah.

Seringkali, banyak orangtua berpikir pola asuh itu sama di tiap keluarga. Apa yang saya terapkan pada Igo belum tentu cocok diterapkan teman pada anaknya. Saya menerapkan apa yang menurut saya terbaik dan cocok untuk individu yang menjadi anak saya. Ada ratusan buku parenting di luar sana dan tak ada yang benar atau salah, karena ketika tiba waktu mempraktikkan pada keluarga, Andalah yang memegang kendali. So what kalau anak si A diberikan makanan B ketika berusia sekian? Atau anak si C belajar jalan tanpa menggunakan alat bantu saat usia sekian sementara anak Anda membutuhkan bantuan alat? Setiap anak adalah individu yang berbeda. Bahkan anak kembar sekalipun. Dan orangtua harus menyadari hal ini. Insting ibu sangat berguna saat kita bingung dengan cara memperlakukan anak atau menangani kondisi yang sedang dialami anak. Dan insting ini tidak akan berkembang kalau kita hanya mengandalkan bacaan.

5 thoughts on “Panduan Paling Mahal

    • Kadang banyak orangtua yang berpikir kl men-treat anak itu ya sama antara A, B, dan C toh sama-sama anak.
      Padahal beda banget. Kita aja ga suka disama-samain, anak-anak juga begitu, kan?

  1. akuuur.. gw waktu awal jadi ibu ngerasa kebanyakan ‘belajar’ alias kesana sini cari referensi dan copy paste gaya parenting beberapa orang yang gw rasa ‘ideal’ – mungkin cuma hitungan bulan dan akhirnya gw nyerah dan menerapkan gaya parenting sendiri. Bukannya gak baik cari refernsi banyak2 tapi pada akhirnya kita juga yang akan sadar bahwa hubungan & background kita masing2 unik. gak ada yg bener2 sama persis.
    Belum lagi kenalan yang suka usil ‘ngajarin’ ini itu.
    Dari kasus ini akhirnya gw jd belajar untuk tidak terlalu mau mencampuri urusan parenting teman2 dekat bahkan keluarga (adik & sepupu) kalo gak bener2 dibutuhin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s