Getting Out of My Comfort Zone

Saya harus mengakui kalau saya mudah sekali terjebak dalam zona nyaman alias comfort zone. Untungnya, tiap kali saya terlena dalam kenyamanan itu, Tuhan seperti menyentil dan mengingatkan saya bahwa saya harus berpikir lagi mengenai hal yang sedang dijalani. Ini terjadi beberapa kali dalam pekerjaan.

Orang yang mengenal saya secara pribadi tahu betul kalau bawelnya saya itu hanya casing. Saya bawel … tapi saya bukan termasuk orang yang easy going. Untuk bidang pekerjaan yang saya jalani sekarang, hal tersebut sangat mengganggu. Di pekerjaan sebelum yang sekarang, saya bisa menenggelamkan diri dalam tumpukan buku yang harus di-review atau berlembar-lembar naskah yang harus disunting dan dengan mudah ngeles dari kewajiban bertemu serta berbasa-basi dengan orang lain. 

Lagi-lagi kuasa Tuhan bermain. Kali ini cukup keras. Saya harus pindah kerja. Dan di pekerjaan baru ini, saya harus bisa supel bertemu orang baru, berbasa-basi, dan (seperti) dituntut untuk bisa multi tasking lebih baik lagi. Adaptasinya cukup lama. Bahkan sampai sekarang pun saya masih belum fasih melakukannya.

Satu hal yang disampaikan Febri ketika saya menyampaikan uneg-uneg, “Suatu hari nanti, kalau anak-anak curhat ke kamu soal comfort zone, kamu pasti mau memberikan contoh kalau kamu pernah berhasil melakukannya.” Dhueng. Bener juga dia. Hahaha. Malulah, ya, kasih nasihat tapi ternyata sendirinya terlalu pengecut untuk mencoba.

Baiklah … Tuhan kasih saya berjodoh dengan pekerjaan ini pasti ada tujuannya. Apa pun itu, saya harus menjalani apa yang ada di jalurnya dengan sebaik-baiknya.

 

6 thoughts on “Getting Out of My Comfort Zone

  1. Manda…you don’t look like someone who is still adapting to the type of job you’re doing now. You really look like you’ve been handling it all your life instead🙂. Dan gue amazed dengan kesupelan elo…(in addition to your OCDness…LOL)

    • Ada satu teman baik gue yang bilang sebenernya passion gue itu ya di kerjaan yang sekarang karena dia melihat gue seneng jalaninnya. Haha tapi ya begitulah, gue masih merasa gue butuh adaptasi banyak. Apalagi bagian berbasa-basi sama orang lain. Mulut mulai bisa basa-basi, mimik muka tetep lempeng -__-” susah sekali ini.

  2. Wah sama banget gue juga males basa-basi. Even sama sodara. Ini sbnrnya ga baik, karena sering kali gue dibilang sombong. Tp emang bener mgkn kita harus keluar dari comfort zone dan mencoba berubah. Gudlak Manda at ur new office! Aku iri loh hehe.. sbnrnya mgkn passion gue di entertainment industry apa daya terdampar di Telco.. *curcol lagi deh

    • Di pekerjaan sekarang, agak sulit kl gue ga berbasa-basi😀 dan tantangan selanjutnya adalah mengingatkan diri gue sendiri untuk senyum saat berbicara. Maklumlah … muka ini setelannya memang jutek -___-“

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s