Tidak Hanya Sekedar Beberes

Saya suka kerapian dan keteraturan. Tak pernah ingat kapan pertama kali hal tersebut bermula tapi rasanya sudah lama, deh. Dari dulu kamar selalu saya bereskan dan bersihkan sendiri. Alasannya, selain memang itu sudah menjadi tanggung jawab pribadi, ya … karena saya tidak percaya pada orang lain untuk melakukannya. Saya suka menata barang dengan aturan saya sendiri dan saya yakini kalau aturan tersebut akan memudahkan saya (dan orang lain).

Rupanya kebiasaan ini berdampak pada munculnya rasa suka (tepatnya beda tipis dengan obsesi, sih. Hihi) terhadap beragam produk storage. Saya bisa, tuh, menikmati warna-warni deretan lunch box di toko sampai lama … sampai Febri manyun karena dicuekin lebih tepatnya. Apakah saya selalu membeli tempat-tempat itu tiap kali pergi ke toko? Tidak. Akal sehat masih jalan. Alhamdulillah. Beli yang dibutuhkan saja … kecuali memang saat itu ada penawaran khusus yang rasanya sayang untuk dilewatkan.Plusnya punya kebiasaan seperti ini banyak. Tak perlu dijelaskan pasti sudah pada tahu. Minusnya? Banyak juga, lho, ternyata. Salah satunya adalah capek. Walaupun beberes adalah ritual yang menenangkan untuk saya (more on this later) tapi kalau akhir minggu, kan, maunya leyeh-leyeh, ya? Jadilah saya sering memaksakan diri untuk beberes. Memang, sih, versi keteraturan saya bukan seperti Bree Van de Kamp-nya Desperate Housewives yang rumahnya benar-benar bersih. Keteraturan saya hanya terbatas pada cara atau “aturan” beres-beres barang. Kalau bebersih sampai kinclong, sih, tidak. Sewajarnyalah.

Disadari atau tidak, setiap kali saya sedang menghadapi sesuatu dalam keseharian … saya selalu melampiaskannya pada kegiatan beberes. Mungkin dengan melakukan hal itu saya seakan-akan mencoba membereskan kekusutan dalam pikiran. Ada rasa lega tiap kali selesai beberes saat pikiran sedang kalut dan biasanya saya jadi bisa berpikir jernih untuk mencari solusi yang paling tepat.

Belakangan banyak sekali yang menggunakan istilah OCD atau obsessive-compulsive disorder untuk mendeskripsikan orang yang menyukai keteraturan seperti saya atau digunakan untuk menyebut orang yang suka merencanakan sesuatu hingga detail. Padahal OCD itu belum tentu seperti itu, lho. Orang yang “divonis” OCD mengalami gangguan kecemasan di mana ia memiliki pikiran dan obsesi tidak masuk akal yang akan menuntunnya untuk melakukan suatu hal secara berulang, misalnya mencuci tangan karena fobia kuman. Saya lebih suka menggunakan istilah “neat freak” untuk menyebut errr … kelebihan saya yang satu itu. Yup, saya melihatnya sebagai suatu kelebihan atau nilai plus dari diri karena sampai saat ini hal tersebut tidak termasuk tingkat ekstrem dan tidak membawa permasalahan ke dalam hubungan saya dengan lingkungan (ya, paling jadi sering diledek saja, sih (˘_˘”) ).

Nah, bagaimana dengan Febri? Apakah sealiran? Tentu tidak. Hahaha. Tapi, ya, sampai batas tertentu dia termasuk pria yang cukup rapi, sih. Lagi-lagi kuncinya kompromi.  Lucunya keteraturan saya membuat dia jadi aware akan kerapian lemari bagian pakaiannya. Dan saya … saya belajar untuk lebih santai menghadapi kesemrawutan.  Bahwa saya tidak lantas berubah suasana hatinya (paling hanya menghela napas panjang) ketika melihat ada barang yang posisi dan pengaturannya tidak sesuai dengan kemauan saya.  I think that’s a good progress for me.

4 thoughts on “Tidak Hanya Sekedar Beberes

    • (˘_˘”) siakek. Eh, tapi gue merasa cukup beruntung, sih, karena Febri terbilang ga barbar2 amat. Jadi gue ga tegangan tinggi terus😀

  1. same here, kl aku, suamiku yg kya gitu, hrs teratur..mmh emang yaa pasangan itu saling melengkapi..

    OCD tuh o capek deh :p *kaburduluahhh*

    • Haha memang capek, lho … suwer, deh.
      Eh, tapi, kan, gue bukan OCD … gue neat freak aja. Jadi ga capek2 banget. *ngeles*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s