Finding Nanny

Ternyata lebaran kemarin adalah akhir dari perjodohan kami dengan Mbak Ika, pengasuh Igo. Tidak ada perasaan apa-apa waktu Ika pamit pulang kampung. Dari awal, saya sudah menekankan padanya kalau kami tidak akan memaksa dia untuk tetap bekerja di rumah kami setelah lebaran. Keputusan ada di tangan dia. Hanya saja, saya berpesan apa pun keputusan yang dia ambil mohon diberitahukan pada kami dari jauh-jauh hari. Maklum, kami berdua, kan, bekerja … jadi, kehadiran pengasuh untuk Igo sangatlah penting.

Mungkin Ika tidak enak menyampaikan keputusannya, mungkin juga dia belum mendapat kepastian dari calon ‘rumah’ barunya, yang jelas kami baru tahu kalau dia berhenti sekitar 3 hari sebelum kami kembali masuk kerja. Untungnya, Senin pertama itu saya ambil cuti. Sebenarnya bukan karena antisipasi Ika berhenti tapi jaga-jaga kalau jadwal pulangnya Ika molor.

Lalu … panik, ga, pas tahu Ika tidak kembali? Anehnya … tidak. Haha. Datar. Saya hanya langsung menghubungi mantan ART untuk bertanya apakah dia punya teman yang sedang cari kerja atau tidak. Ada nama yang dia sebut tapi sampai detik terakhir komunikasi kami, kok, rasanya buntu. Again … faktor jodoh memang juga sangat berpengaruh dalam urusan begini.

Satu sore nan ceria … iseng saya menyapa seorang teman baik di BBM, siapa tahu dia punya informasi soal ART. Eh, tahunya ada! Dia merekomendasikan ART infalnya dan langsung memberikan no telepon. Saya hubungi dan kesan pertama, sih, oke. Obrolan soal job desc dan gaji sudah mencapai kata sepakat tapi masalahnya, si pengasuh ini mau pulang kampung dulu sebelum mulai bekerja. Ya, sudahlah … kalau memang harus begitu, bagaimana? Saya pun menghabiskan minggu pertama kembali bekerja dengan kerja dari rumah dan membawa Igo ke kantor. Untung anak itu sangat kooperatif. Di kantor kelakuannya manis, tidak merepotkan sama sekali. (terima kasih, ya, Nak)

Sekarang, jalan perjodohan kami dengan pengasuh baru dimulai. Mudah-mudahan bertahan lama.

6 thoughts on “Finding Nanny

  1. Idem semua deh. Waktu tau gak balik aku juga udah datar aja gitu.. udh punya feeling soalnya. knp ya mereka ga jujur aja blg gak balik, toh kita jg ga bakal nahan yah.. tp aku bisa nerima alasannya, dia ga boleh kerja jauh2 dari kampungnya.
    Nah tp mulai paniknya waktu zahra ga cocok ama pengasuhnya nih.. huufff…
    iri deh bisa bawa anak ke kantor hehe.. zahra kynya ga bisa diem -____-‘

    • Gue pun bahkan ga mau tahu alasan kenapa dia berhenti, sih. Cuma butuh pengertian kalau pemberitahuannya ga bisa mendadak.
      Huah … panik, tuh, kl anak ga cocok sama pengasuh baru apalagi kl tinggal bareng sama orangtua … biasanya suka ikut andil bicara, deh.
      Haha ya .. si Igo juga pas di kantor ada aja yang dikerjain … ya lagi kerja disuruh buka youtube untuk liat video kereta lah, nyanyi lah. Gue baru bisa fokus pas dia tidur di pangkuan … hahahaha … tapi encok -__-“

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s