She’s Connected

Beberapa bulan ini saya sedang menikmati pekerjaan baru. Dan kata “baru” di sini bukan hanya pindah kerja tapi juga “dunia” yang baru. Kalau dulu isi CV adalah hanya penerbitan, sekarang walaupun sama-sama media tapi ada tambahan embel-embel “digital”.

Saya selalu berpikir kalau kerja di dunia digital itu seperti bekerja di masa depan. Lebay? Mungkin. Tapi menurut saya begitu. Alasannya karena sekarang ini Indonesia masih dalam masa peralihan dari media cetak ke media digital. Di mana para pembacanya (dan juga brand yang sering beriklan) pun masih beradaptasi. Padahal intinya, sih, sama … yang membedakan ya, medianya saja; yang satu online, yang satu cetak.

Ada satu hal yang membuat saya senang kerja di dunia (media) digital ini … saya punya kesempatan untuk sharing pengalaman (dan pengetahuan) kepada banyak orang tentang dunia digital. Klise dan sok suci, ya, terdengarnya. Tapi benar, lho … menjalani pekerjaan  jika ada nilai plus nonmateri itu pasti membawa kepuasan tambahan. Dan ini saya dapatkan di pekerjaan yang sekarang. Sharing-nya seperti apa, sih?

Salah satunya begini … berkaitan dengan masa peralihan di atas, banyak yang belum paham kesamaan serta perbedaan media cetak dan media online. Contoh sederhananya soal akun Twitter media tempat saya bekerja. Kami pernah mendapat balasan atas tweet berbayar dari salah satu followers yang menambahkan “Wah, ternyata jualan dia!” saat dia RT tweet kami. Tentu saja kami “jualan”, memangnya orang yang kerja di kantor kami sukarelawati semua? Tapi jualan seperti apa dulu. Kami punya batasannya. Misalnya media parenting kami tidak menerima iklan susu formula 0-2 tahun karena kami mendukung pemberian ASIX. Nah, media cetak juga ada iklan atau advertorial, kan?

Hal-hal semacam itulah yang membuat saya apa, ya … bersyukur dan senang kerja di media ini … saya bisa bantu mereka yang belum paham soal media digital. Yaaaa … tentu saja dengan pengetahuan saya yang masih cetek juga, sih. Hahaha. Namanya juga masih belajar, ya😀.

Kalau dukanya … err … kerja di dunia digital kadang berarti jam kerja itu bukan 09.00-18.00 (aturan di kantor kami) tapi 24 jam. Email kerja bisa masuk pukul 23.00 dan isi email dibahas beramai-ramai sampai satu jam setelahnya. Hahaha. Waktu 24 jam seperti tidak cukup.

Tapi … yaaa … intinya satu … saya suka🙂

4 thoughts on “She’s Connected

    • Ahaha terima kasih.
      Poin tambahannya itu ya tadi … membantu orang untuk paham media digital.
      Suka elus dada, sih, pas kasih pemahaman. Hehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s