Si Li Peng Hampir 3 Tahun

Wah, sudah lama tidak menulis soal perkembangan Igo. Bulan ini Igo sudah 2 tahun 9 bulan. Keahliannya sudah beragam banget dari mulai yang serius sampai yang sotoy. Sudah benar-benar lepas dari pospak kecuali malam itu juga karena ibunya malas menaruh perlak di tempat tidur tapi biarpun pakai pospak, Igo tidak pernah ngompol kalau tidur. Apa lagi, ya … hmm …

Berkenalan dengan emosi

Seperti batita lain, Igo juga mengalami fase mengekspresikan perasaan dari mulai ngomong biasa, teriak, marah, sampai pukul. Wajar, sih, soalnya belum bisa kontrol. Sejauh ini masih bisa ditangani oleh kami dan pengasuhnya. Kuncinya tetap diajak bicara baik-baik dengan nada tegas dan kalimat yang pendek. Tidak lupa juga tiap kali bicara dengan Igo, mata kami harus sejajar, supaya dia tidak terintimidasi. Kami juga menjelaskan pada Igo kalau marah itu adalah hal yang wajar. Sebal karena dilarang ayah-ibu juga boleh.

Rentetan pertanyaan tanpa henti

Ya … akhirnya datang juga saat yang diwanti-wanti oleh banyak orang. Saat di mana Igo mulai sibuk bertanya sampai detail. Sebisa mungkin jawaban yang kami berikan itu bisa diterima dengan pemikirannya. Walaupun seringnya, sih, sulit … macam sedang main Sedang Apa gitu, lho. Kan biasanya kita jadi bingung, tuh, akan jawab apa di akhir-akhir. Haha.

Superbawel

Naaaaah, entah dapat dari mana, nih. *ditoyor 2 kampung* Aduuh, tobat, deeeh. Igo ngoceh melulu. Ada saja yang dia komentari dari mulai Nenna belum mandi, Ayah kok pakai sepatu yang itu bukan yang ini, Ibu ngapain, sih, beberes baju setelah disetrika.

Tapi di sisi lain (tetap berusaha positif, LoL), bangga juga dengan perkembangan kosakatanya. Kami memang membiasakan Igo bicara dengan pelafalan benar supaya artikulasinya baik. Memang ada beberapa pelafalan huruf yang masih belum dia kuasai, seperti huruf “k” yang berubah jadi “t” tiap kali bilang “aku”, tapi terus dilatih supaya Igo tahu pelafalan yang benar itu seperti apa. Banyak yang bilang pemilihan kata Igo cukup tua, haha. Misalnya: Igo pakai kata sendawa bukan gelege’an atau andeng-andeng bukan tahi lalat.

Mulai takut dengan dokter

Dulu, awal kami pergi ke dr. Kiki, dia sudah memperingatkan kami. “Nah, nanti kalau sudah di atas 15 bulan pasti lihat saya sudah takut, deh. Dokter artinya suntik,” ujarnya. Ya benar, sih, tapi sudah diantisipasi juga. Tiap kali mau ke dokter untuk imunisasi, kami jelaskan pada Igo tahap-tahap yang akan dijalani; daftar, timbang, tunggu, ngobrol dengan Pak Dokter, periksa, lalu suntik. Kami tidak pernah berbohong soal suntik … ya, gimana … saya saja takut disuntik. Tahu betul kalau suntik itu sakit walau tidak lama. Masa iya mau bilang ke Igo kalau suntik itu tidak sakit?

Motor skills

Lari sana, manjat sini (sampai nyusruk ke rumput dan dahinya luka) … puyeng lihatnya. Tapi memang masanya Igo eksplor semua kemampuan motoriknya. Senang sekali utak-atik puzzle atau kotak mainan yang kuncinya cukup sulit dia buka … lumayan murah meriah untuk latih motorik halusnya. Haha. Ibu yang irit. Sekarang Igo sudah bisa gowes sepeda dengan ‘sempurna’, biasanya hanya separuh-separuh padahal kakinya sudah cukup panjang untuk bisa gowes penuh. Bangganya bukan main, “Ayah … Ibu, lihat atu bisa gowes gini, nih!” Haha.

Agak bertanya-tanya soal minatnya akan coret-coret, nih. Kok, seperti tidak tertarik, ya? Ya oke dia jalani tapi tak lama lalu selesai aja gitu. Satu-satunya huruf yang dia kenali hanyalah M itu juga karena terbiasa lihat logo restoran siap saji *tutup muka* Ya, belum aja kali, ya … satu-satu.

Kereta 

Aduuuh … maniak banget, deh. Dulu hanya Thomas & Friends, sekarang merambah ke Chuggington, kereta uap Swiss, dan Shinkansen. Ck ck ck. Minggu kemarin kami ke TMII dan hal pertama yang dia sebut adalah mau naik kereta yang di atas alias kereta tenaga angin. Hasilnya hari itu kami terus menerus naik kereta. Haha … saya dan Febri sampai mabok. 

Keteraturan

Idiiih … ini mirip siapa lagi, sih? Hihihi. Jadi saudara-saudari sekalian, Igo mulai punya ritual untuk beberapa hal dan kalau meleset sedikit saja, pasti dia kesal. Misalnya: kalau lagi lihat video kereta di YouTube pasti laptop harus ditaruh tepat di tengah meja lalu di antara dia dan laptop akan ditaruh kereta uap Swiss, gerbong, plus kereta Shinkansen. Ya, urutan keretanya juga harus seperti itu. LoL. Ya sudahlah, yaaaa … keteraturan itu banyak bagusnya, kok. *takut disalahin*

Ah, Igo … waktu berlalu begitu cepat, ya, Nak. *uwel-uwel*

 

 

 

10 thoughts on “Si Li Peng Hampir 3 Tahun

  1. 😀 ibu igo pusiingg, tahun depan giliran mommy nara!!*sigh* ihaha kakak igo mulai kayak ibu, perfectionist hihi.. *tooosss* kakak igo, nanti main kereta sama nara yaaaaa…

    • Ahaha … nantikan masa-masa Nara bertanya tanpa henti, deh, Nin.
      Wah, Nara suka kereta juga? Igo tuh sama mobil-mobilan sama sekali tidak tertarik. Pokoknya kereta, kereta, dan kereta.

  2. iyaaa aku mau mempersiapkan ensiklopedi jadi kalo ditanya gak gelagepan.. hihihi.. ia nara suka kereta samaaaaa : masak2an😀.. waaakkkss kakak igo cuma suka kereta? g papa, nanti tapi ciptain kereta yg lebih kenceng dari shinkansen ya kakak igooo, ntar nara tapi naiknya gratis, jgn kyk shinkansen mahaaalll.. hihihi…

  3. ih iya nara juga ngucap “K” itu “T” …..gw sadarnya malahan pas dia ngomong “tuting tuning” hihihi ih igooo uda gedeeeee yaaa kamuuuuu *yaeyalaahh :))

  4. man,
    sepeda igo kayak gimana??mau dong liatt
    soalnya azka pake sepeda roda tiga yang plastik gowes belum lancar karena emang kalo gue coba in agak keras. ada jg sepeda roda 4 yang udah pake rantai itu, tapi dia belum nyampe kaki nya..

    • Sepeda Igo itu Wim Cycle seri Dragster, Dhit. Kalau ga salah ambil yang 12 inch, deh.
      Pas pertama beli, sih, memang agak susah gowes full. Sekarang sudah bisa. Azka pasti bisa juga.
      Igo malah ga mau sepeda roda tiga itu, maunya langsung yang pakai training wheels. Belinya di Happy MTB komplek D’Best😀. Gue attach fotonya di bawah:
      Wim Cycle Dragster

    • Sekarang dia udah masuk fase berkhayal, Da.
      Dari mulai jadi tukang ojek, jadi ayah (pura-pura masak, mandiin mbaknya LoL), sampai jadi burung!
      Ah, aku pun rindu dirimuuuuu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s