You’re the Director, You Decide

Tema Mommies Daily bulan ini adalah relationship. Dan saya kebagian menulis soal keluarga kocar-kacir kami. Tidak perlu waktu lama untuk saya menyelesaikan tulisan itu tapi saya butuh waktu mencerna komentar yang masuk. Salah satunya adalah komentar Lita yang bilang gaya saya menceritakan kondisi tersebut (bukan di artikel, in real life) sangat santai, tanpa beban. Sebenarnya bukan tanpa beban tapi saking pusingnya … akhirnya saya memilih untuk menertawakan kondisi itu🙂. 

Yup, untuk saya sampai di titik “santai” ini saya harus melalui proses berdamai dengan amarah yang tidak pendek dan melelahkan. Bayangkan saja, dari usia dini sekali saya sudah tahu akar masalah yang dihadapi orangtua saya … tidak, saya tahu ceritanya bukan karena “dihasut” oleh salah satu pihak tapi karena saya (yang dikaruniai jiwa “ketu” alias ketuaan) memang termasuk tipe orang yang “teliti” menelaah sesuatu. Sejujurnya kadang saya kesal dengan sifat itu … saya capek, saya mau pura-pura tidak paham tapi, ya, mana mungkin?

Belakangan saya baru ngeh kalau amarah yang saya bawa bertahun-tahun itu dobel-dobel; punya mama, saya, dan dua adik saya. Sebagai anak sulung, saya merasa punya tanggung jawab lebih dalam menjaga dan membela mereka. Marah itu seringkali membuat saya sesak … saya capek marah karena tahu tujuan saya tidak akan tercapai tapi saya seperti tidak mau melepas marah itu. Sampai akhirnya saya sadar … amarah ini adalah satu-satunya hubungan saya dengan papa. Ironis, ya? Tapi begitulah kenyataannya. Saya yang begitu “membenci” beliau ternyata salah satu alasan susah melepas amarah itu karena, ya, itulah hubungan ayah-anak kami.

Saya percaya Tuhan selalu mempertemukan kita dengan orang yang tepat di saat yang tepat pula. Dan saya dipertemukan pada suami yang berasal dari keluarga kocar-kacir, cerita “dendam” dengan ayah pun sama! Selama kami berhubungan, kami belajar untuk mengatur emosi kami terhadap para ayah, dan kami pun sepakat untuk mengubah skenario sinetron ini … entah akhirnya akan sebahagia apa tapi paling tidak scene berisi anak memicingkan mata sembari membuat plot balas dendam jauh berkurang. LoL.

Sekarang saya sedang menata kembali hubungan saya dengan papa. Banyak yang harus dikerjakan, saya masih sering mengernyitkan dahi tiap kali beliau melakukan “kebiasaan” lama dan bertingkah laku sama seperti dulu but hey, it’s a start, a good one …. Waktu tidak akan menunggu kita berubah dan selama kita masih dikaruniai waktu, harus dimanfaatkan dengan baik.

 

7 thoughts on “You’re the Director, You Decide

  1. Kondisi sama…kesel dan marah jg dg bokap tapi bedanya…gw yg tinggal ama bokap secara yg lain gak mau…gak tega juga kalau doi gak ada tempat bernaung…maraaah? tau deh saking banyak amarah malah kebal atau lupa…tapi tetep kalau sifat jeleknya muncul ya bt lagiii…cuma ya gitu..datang dan pergi….maap panjang, gw suka tulisan ini😉

  2. Gw dulu sempet deket sama bokap, tapi kemudian sempet gak harmonis gara-gara gw merasa dia gak adil aja ama gw. Tapi setelah bokap gw pergi, gw nyesel setengah mati. Dan waktu itu emang gak bisa diputer kembali walopun gw udah nangis guling-guling.

    • Salah satu hal yang mendorong gue untuk benar-benar menjaga hubungan baik juga itu … gue nggak mau menyesal. Mending makan ati dikit dari pada nantinya gue sibuk bertanya, “What if?”

  3. Takdir Allah banget ini mbak manda.. aku akhir2 ini lagi nostalgia berdarah darah ttg dady issues di kluargaku. I just can’t forgive him. And this nite, I was asking Allah why those things happen to me, He sent your blog to me.

    Makasih mbak manda. Salam kenal… tulisan mbak bikin aku agak lega. :’)

    • Hai Tami, salam kenal🙂
      Tugas anak yang hakiki adalah menghormati orangtua, apa pun yang terjadi … agak ngeselin tapi pasti berhikmah nantinya. Semoga cepat menemukan damai hati, ya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s