Bye Bye Encok!

Sudah beberapa waktu belakangan ini kami maju-mundur mikir soal mengganti kasur. Bukan apa, kasur yang kami pakai di rumah usianya sudah sepuh, hehe. Maklumlah … waktu nikah dulu kami memang tidak beli kasur baru tapi pakai yang ada di rumah. Rangka tempat tidur juga memanfaatkan yang sudah ada saja, bedanya kami cat ulang dengan warna sesuai selera.

Anyway si istri jompo pinggangnya sudah berteriak-teriak minta ganti kasur. Soalnya sudah beberapa kali pinggang ini ckot-ckot karena pegas kasur sudah aus. Akhirnya datang juga waktu yang ditunggu (pinggang) saya … kami beli kasur baru. Hore! Untungnya kami sudah sepakat soal tipe kasur yang akan dibeli … kami mau kasur yang agak keras. Sampai di toko … eh, Alhamdulillah banget lagi diskon. Hohoho. Jadilah suami-istri ini dilema berkepanjangan … beli kasur saja atau plus divan dan headboard sekalian. Dan karena kami sudah bosan (ceile … gaya lo sejuta) dengan tempat tidur lamalangsung saja kami berpandangan dengan tatapan berbinar-binar, “Sekalian aja, ya?” Hihihi. O, ya, istri tambah senang karena tipe kasur yang dibeli memang khusus ortopedi (jompo kok bangga?) jadi selamat tinggal sakit pinggang (Amin!).

Masalah timbul karena sebelumnya tinggi kasur kami termasuk standar jadi seprai yang ada di rumah juga tentu ukurannya standar pula. Baru ngeh pas barang datang … walah, lumayan tinggi … bak tidur di atas panggung. LoL. Untung ada satu seprai yang ukurannya pas dengan si kasur pintar (tipenya Dr. Smart, haha) jadilah kami aman. Tapi masa cuma ada satu seprai saja? -___-”

Untuk urusan seprai, kriteria saya adalah motif unisex, warna terang, dan bahannya adem. Oh, tentu saja harga juga pegang peranan. Belum waktunyalah kami beli seprai dengan thread count sekian yang harganya tentu jauh beda dengan seprai lokal bahan Catra atau Panca. Sebagai penggemar setia online shop *halah* saya pun berjalan-jalan menelusuri bermacam motif dan warna. Daaan sudah ada yang saya sukaaa … mudah-mudahan bisa cepat selesai (custom made karena harus menyesuaikan tinggi kasur). Reaksi Febri waktu saya bilang saya beli seprai … “Motifnya bukan bunga, kan?” LoL.

7 thoughts on “Bye Bye Encok!

  1. hihihi samaan mbak, aku juga baru dua bulan ini ganti kasur karena kasur yang lama pernya udah melejit kemana2 dan bikin punggungku cekot2 hahaha.. aku juga baru punya dua seprei mana yang satu tingginya ngepas pula dan sekarang kalo liat seprei ngiler.. abis ini bebas sakit pinggang ya mbak..😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s