Rumah Tangga: Tahun-Tahun Awal

*post ini sudah cukup lama berdiam di dalam ‘draft’, terlupakan karena empunya blog (sok) sibuk, dan baru teringat saat bercakap-cakap virtual bersama Yana*

Buat yang sering baca-baca blog bertema keluarga mungkin jarang sekali membaca si empunya blog menulis soal ribut-ribut rumah tangga. Well, di satu sisi memang seharusnya begitu tapi di sisi lain (setidaknya menurut saya) membuat banyak orang merasa ada yang salah dengan rumah tangganya. Hah? Gimana maksudnya? Jadi, para pemirsa alias pembaca merasa, “Ih, kok di rumah tangga saya banyak cek-cok, ya. Apa kami yang salah? Kurang memahami pasangankah?” Ya, mungkin ada saja pasangan yang perjalanannya mulus banget tapi menurut saya, bisa jadi hal itu berhubungan dengan toleransi yang tiap pribadi berbeda fleksibilitasnya. *eh, ternyata Yana juga bilang hal yang sama*

Sebelum menikah, saya dan Febri melalui masa pacaran cukup lama. Dan seperti yang banyak orang sudah bilang, masa pacaran lama tidak menjamin setelah menikah cek-cok awal adaptasi rumah tangga bisa dihindari. Namanya juga dua kepala, dua pemikiran, dua sifat, dua ego yang tiba-tiba “bersatu” di satu tempat. Nggak perlu munafik … saya akui di awal pernikahan, bahkan sampai sekarang kami masih sering ngobrol pakai urat dan emosi walaupun frekuensinya berkurang. Saya tipe dominan, sementara Febri tipe yang harus sedikit “disetir” tapi suka sebal kalau istrinya mengambil alih kuasa. Hohoho.

Gaya kami ngobrol urat dan emosi juga masih sama seperti pacaran dulu, saya berapi-api bicara panjang lebar, 5000 kata per menit dan Febri, diam … nyelak omongan saya, kesal sampai ubun-ubun karena saya terus ngoceh kemudian pada akhirnya pergi ke luar ruangan. Saya selalu menuduhnya tidak pernah mendengar omongan saya (eh, tapi ini betul … tiap kali saya tanya, dia pasti bengong. Ish), dia selalu berkata saya superegois, seenaknya sendiri. (ini juga betul, sih. Hihi). Masa adaptasi, jutek-jutekkan juga kami alami di dalam kamar (masalah itulah … tahu, kan?) … ya, balik lagi … dua kepala, dua pemikiran, punya keinginan, kesukaan, dan ketidaksukaan masing-masing. Wajarlah. Nggak wajar kalau kami tidak pernah mengomunikasikan hal tersebut. Seks adalah bentuk komunikasi bersama pasangan, betul?

Ya, kami suka nyinyir … berantem caper karena pasangan lagi cuek (ih, namanya juga perempuan😀 eh, tapi Febri juga sering, sih, begini), ribut karena suami suka main ngeloyor naik mobil dengan meninggalkan dompet serta HP di kamar karena dia berpikir si istri pasti akan membawakannya, tidur adu punggung tiap ribut besar … tapi semua adalah proses. Proses pendewasaan diri kami dalam berumah tangga, proses adaptasi kami dengan pribadi masing-masing. Setelah 5 tahun menikah, kami tidak lagi mudah terganggu dengan hal kecil … ah, bohong … hahaha. Ya, hal-hal kecil kadang masih suka jadi alasan kami berargumentasi tapi kami sadar kalau itu tidak boleh dibiarkan. Semakin jarang kok ribut karena hal kecilnya, hal ini membuat saya berpikir, “Ah, si Mbep dan si Ndul kini sudah dewasa.” LoL.

 

6 thoughts on “Rumah Tangga: Tahun-Tahun Awal

  1. kalo ada orang yg bilang bahwa pernikahannya SELALU bahagia, maka ada 2 kemungkinan: either she/he is lying or she/he is delusional, muahaha…

    *pembelaan diri ngawur dr org yg rumah tangganya tdk sempurna dan tdk selalu happy😛 *

    • Pernikahan selalu bahagia, sih, nggak masalah. Walaupun sering berantem bukan berarti sebuah rumah tangga itu jadi tidak bahagia. Menjadi masalah kalau mengejar kebahagiaan itu demi dilihat orang sebagai pasangan ideal. *tsaaah pagi-pagi omongannya waras

      • Karena beda, ya, bahagia yang beneran dan bahagia yang bener juga tapi sedikit ada pencitraan😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s