Is It Getting Hard To Breathe In Here?

Semalam sempat buka tautan dari Time soal perokok Indonesia. Datang dari keluarga dengan sejarah perokok, Mama bahkan masih merokok sampai sekarang, membuat saya cukup akrab dengan barang tersebut. Dari kecil saya bersumpah saya nggak mau coba-coba merokok … apalagi sampai jadi perokok. Alhamdulillah sampai detik ini, masih memegang sumpah tersebut. Bukan mau idealis nggak puguh tapi sumpah tadi didasarkan hal sederhana, kok, saya nggak mau sesak napas parah. Yup, dari kedua sisi keluarga saya dapat warisan asma. Kenyang bangetlah masa kecil diisi dengan napas ngik-ngok, susah tidur, megap-megap berusaha hirup oksigen. Jadi saya nggak mau menambah lagi beban hidup *ceile*

Waktu ABG dulu, untungnya berteman dengan kawanan yang tepat juga (poke Yana), saya sama sekali nggak minat nyoba rokok. Semakin besar, semakin mantap untuk tidak merokok. Buat saya, lebih banyak buruknya dibanding baiknya. Haha … jadi ingat kejadian beberapa tahun lalu. Si Mama yang tangannya lagi ribet minta tolong saya menyalakan rokok untuknya (jangan ditiru :P) … saya cuma bengong dan memegang rokok seperti memegang lilin, lalu saya nyalakan korek. Spontan Mama langsung teriak, Ya nggak gitu caranya.” Lha, salah siapa coba? Sudah tahu anaknya nggak merokok, kok, malah dimintakan tolong -__-. Di area percintaan *halah*, kok, ya, ketemunya dengan perokok melulu. Nasib, deh. Begitu juga sampai akhirnya menikah … Febri pun perokok, dari awal kami ketemu. Saya juga nggak pernah meminta dia untuk berhenti. Saya nggak tahu hal itu mudah atau sulit karena saya nggak pernah mengalaminya. Saya percaya kalau sudah waktunya berhenti, dia akan berhenti.

Saya memang nggak langsung hamil setelah menikah, ada jeda waktu setahun. Jelang ulang tahun perkawinan pertama, Febri mengucap kaul kalau saya hamil, dia akan berhenti merokok. Selang sebulan setelahnya, saya dinyatakan hamil. Langsung berhenti dong? Eits, tentu tidak. Haha. Ada saja alasannya menunda hal tersebut. Saya diamkan saja. Mau ngoceh sepanjang apa pun, dia tidak akan berhenti kalau belum siap. Kalau lagi mau gangguin, paling saya kasih lihat perhitungan pembelian rokok per tahun. Haha. Sampai Igo cukup besar, saya hanya mengingatkan dia akan kaulnya. Bukan untuk dia berhenti merokok … tapi supaya dia memenuhi janjinya. Kan dia sendiri yang menyatakan tanpa paksaan. Akhirnya … berhasil juga Febri berhenti merokok. Yay! Tanpa diiringi kenaikan berat badan (yang diam-diam dia takuti) pula. Bangga sekali.

Buat saya, merokok itu keputusan yang sifatnya pribadi banget. Nggak masalah, kok, kalau mau merokok … asal dilakukan dengan meminimalisir kerugian bagi orang lain. Misalnya merokoklah di ruang yang sudah disediakan dan belilah rokok pakai uang sendiri. Kalau masih beli pakai uang orangtua, pikir-pikir lagi, deh. Oh begitu juga dengan perokok yang bisa ngebela-belain beli rokok tapi untuk mengeluarkan uang untuk beli susu dan makanan anak ngaku nggak punya uang. Belajar melihat prioritaslah.

Mudah-mudahan kalau orang terdekat ada yang niat berhenti merokok, jalannya dimudahkan, ya. Kalau belum bisa, semangati terus. Atau paling tidak, ingatkan kalau orang lain berhak menghirup udara segar.  :)

2 thoughts on “Is It Getting Hard To Breathe In Here?

  1. yay untuk febri! gw malah baru sekali pacaran sama cowo yang ga punya minat rokok sama sekali..alhamdulillah jadi suami😛 dan entah kenapa bisa kebetulan kita punya temen main bersama, semua cowoknya ga da merokok. Alhamdulillah lagi😀

    Gw sih juga terserah ya orang mau merokok, tapi ya bo yaaa… jangan merugikan orang lain disekitarnya bisa ga ya hihihi

  2. Ya itulah … gue selalu dapet yang perokok *nasib*
    Cuma memang Febri belakangan cukup keukeuh mau berhenti, jadi itu kayaknya mempermudah prosesnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s