Proud Mama

Sudah lama nggak tulis perkembangan Igo.

Saat Igo memasuki usia 3 tahun dan sudah lepas dari pemakaian pospak, PR kami selanjutnya adalah “menyapih” Igo dari botol dan membiasakannya dengan rutinitas sekolah. Untuk yang pertama, kami memulai prosesnya dengan mengajak Igo ngobrol. Kami jelaskan plus-minus minum susu dari botol dan usianya yang sudah nggak pantas lagi untuk ngedot. Awalnya, sih, dia paham-paham saja tapi tiap kali mau praktik alias minum susu sebelum tidur malam mulai, deh, segala macam jurus dia keluarkan. “Ibu, atu masih tecil (kecil, red) … masih halus minum patai botol,” rengeknya. Saya dan Febri sepakat kasih 3 kali pengunduran waktu dimulainya sapih ini. Jadi, masih ada toleransi. 
Begitu sudah sampai kali kedua, saya tegaskan ke Igo kalau dia hanya punya satu kali kesempatan lagi untuk mengulur waktu. Setelahnya saya dan Febri harus lebih tegas. Kami juga kompakkin Mbak Ria, pokoknya harus satu suara. Jangan sampai Igo bisa mengakali Mbak Ria saat dia mau  tidur siang. Haha. Igo kasih satu syarat ke kami, “Botol Atu jangan dibuang, ya. Atu mau simpan.” Ya, okelah. Saat tiba waktunya dia betul-betul lepas botol … ya, ada sedikit rewel sebelum tidur tapi masih bisa diatasi. Kami harus tega dan sabar … sibuk kasih penjelasan berulang dan juga encouragement. Dan akhirnya Igo bisa lepas dari botol! Yay! Saat proses berlangsung, jumlah susu yang diminum per hari mengalami penurunan … ya, nggak masalah juga, sih, toh susu juga bukan kebutuhan utamanya. Sekarang … sudah hampir sebulan Igo bebas dari botol. Ihiy!

Soal rutinintas sekolah … bersyukur Igo bisa langsung menikmati hari-harinya di sekolah. Waktu hari pertama masuk memang harus ditemani sampai masuk ke dalam kelas, bahkan saya harus duduk di sampingnya. Tapi memasuki hari ketiga, dia sudah mulai berani. Minggu kedua sekolah (seminggu hanya masuk tiga kali), Igo hanya ditemani Mbak Ria dan itu pun Igo insist Mbak Ria harus tunggu di luar sama para mbak lainnya. Di dalam kelas, dia cukup bisa mandiri … menaruh tas di loker, mengambil bekal makannya sendiri. Diajak gurunya maju ke depan kelas untuk memimpin doa juga mau. Kalau nyanyi, suaranya paling nyaring. LoL. Dia juga senang sekali ngobrol dengan para ibu guru. Pernah satu kali dia cerita ke saya yang baru pulang kerja … “Ibu, telnyata anaknya gulu Atu ada yang masih bayi tapi ada juga yang sudah tuliah, lho!” Ahahaha …  rupanya guru-guru diwawancara Igo.

Sehat selalu, ceria terus, dan tambah pintar, ya, Go! Ayah-ibu sayang sekali!

Si cicit yang nggak bisa diam dan Anduang, nenek buyutnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s