Copy

Entah sejak kapan … sepertinya, sih, dari zaman pertama kali Indonesia punya stasiun TV swasta, deh, saya sudah suka serial TV berlatar kriminalitas dan profiling. Dulu, sih, nontonnya The A Team dan Magnum PI. Dan karena kesukaan itulah saya terbiasa membuat profil orang di otak, apalagi Yana, partner in crime, juga suka melakukan hal yang sama. Banyak orang bilang saya itu judgemental padahal, sih, profiling saja. *pembenaran* Febri (yang telat 3 semester) dulu bertanya-tanya kenapa saya nggak ambil jurusan psikologi saja. Menurutnya saya cocok ambil jurusan tersebut. Saya? Nggak pernah terpikir sama sekali wong cita-cita yang bertahan dari kecil sampai dewasa itu jadi diplomat (yang juga nggak kesampaian. zZzZz). Sekarang kalau ingat-ingat suka menyesal juga … huhu. Ya, nggak tahu juga, sih, di Indonesia ada atau nggak badan/lembaga semacam behavioral analysis unit-nya FBI gitu. Kalaupun ada, jenjang pendidikannya harus gimana juga nggak tahu … hihihi. 

Anyway…

Serial TV berlatar kriminalitas dan profiling yang saya suka biasanya punya karakter pemimpin yang unik (misalnya Grissom dan Gibbs) dan punya anggota tim yang nyeleneh, kikuk, juga nerd (misalnya Abby, Reid, Penelope, dan McGee). Menjelaskanlah kenapa saya nggak suka CSI: Miami, hehe. Horatio berlebihan, timnya juga nggak ada yang stand out. Ada empat serial yang saya tonton religiously: CSI, NCIS, Criminal Minds, dan Law & Order (semua seri). Masing-masing punya kekuatan cerita dan karakter yang seru. Serius, deh, saya bisa duduk berjam-jam nonton serial kriminal. *menulis blogpost ini juga sambil nyambi nonton Law & Order. Saking kecanduannya, saya hafal istilah atau akronim yang sering dipakai di serial TV favorit seperti COD, DOA, BOLO, UnSub, AFIS, CODIS.

Karakter yang paling saya suka dari semua serial yang saya tonton … hmmm, gotta be Reid. Kikuk, superpintar, dan seksi (tanpa terlihat dengan jelas). Here are some facts about him:

Reid punya IQ 187 dan juga ingatan tajam bak gajah. Memiliki beberapa gelar di bidang matematika, sosiologi, engineering, dan kimia. Masuk ke FBI di usia muda, 21 tahun dan langsung ditempatkan di dalam Tim Hotch. Reid suka sekali nyeletuk fakta-fakta seru yang berkaitan dengan kasus, biasanya berhubungan dengan statistika. Nggak disangka ternyata keluarga Reid kocar-kacir juga … ibunya ada dirawat di institusi kejiwaan karena memiliki kondisi schizophrenia dan ayahnya pergi meninggalkan keluarga saat Reid kecil. Belakangan baru diketahui kalau ayahnya pergi karena tidak kuat menanggung beban, ia tahu kalau Diana, ibu Reid, terlibat dalam kasus pembunuhan. Eh, Reid ini ulang tahunnya 9 Oktober, lhoooo … beda sehari dengan saya. *lalu kenapa😛

Call me crazy tapi saya menemukan kenyamanan saat menonton serial TV kriminal. Aneh bener, ya. Goal (baca: obsesi) pribadi saya: nonton semua episode Law & Order (satu seri sudah 18 season, ditambah lagi seri lainnya). Hihi mudah-mudahan bisa, ya😀

2 thoughts on “Copy

  1. wah kalo ngomongin CSI Las Vegas, komenku bakalan panjang nih, hehe. to make it short: I love Grissom dan menurutku CS Las Vegas adalah yg terbaik diantara lainnya. Terutama dibanding CSI Miami yang cast2 baru-nya amburadul. Pemeran2nya tuh kayak kepingan puzzle yg masing2 dari puzzle yg berbeda, tapi maksa dijadikan satu. kalo Criminal Minds, ga begitu suka krn sadis😦 dan ga selalu happy ending. Oiya, si aktor yg meranin Reid ini punya blog loh. Dan kadang dia ngeblog dgn handwriting-nya dia sendiri….

    • Kalau Las Vegas, hanya CSI. Nggak pakai nama kota😀 Gue suka Criminal Minds karena kasusnya lebih beraneka ragam, jadi tambah belajar juga soal human behavior.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s