So….

…we just went from property virgins to property owner! 

*jumpalitan sambil bengek

Saking kami ini menjalani apa-apa, tuh, day by day jadi … jujur, rumah memang bukan ada di daftar teratas kebutuhan kami. Menurut kami, masih ada kebutuhan lain yang lebih urgent dipenuhi. Selama ini juga masih mengemban amanat dari almarhum kakek. Tapiiii … hihihi, doa banyak orang agar kami tambah bijak tiap ulang tahun sepertinya dijabah, hahaha. Pelan-pelan kami mulai berpikir soal rumah (lebih baik telat daripada nggak sama sekali, ya). Itu pun nggak pernah dipikir secara serius … gimana plan buat DP, dll … hanya selewat saja. Ya, daripada tiap bulan uang habis nggak jelas, atau ditabung tapi tujuannya juga “asal”. Seperti biasa, Febri lebih percaya diri, sementara saya penuh perhitungan … ragu-ragu, beti sama susah ikhlas. Yaaaaa, namanya DP, kan, nggak main-main jumlahnya (buat kami). Kalau cicilan, Insya Allah bisa. Perkara langsung ditempati atau tidak, urusan belakangan, deh, yang penting punya dulu *cetek.

Reaksi keluarga? Si Nenek belum-belum sudah senewen, beliau tanya apa nggak mau cari di dekat golf saja (kurang dari 1 km dari rumah keluarga yang sekarang kami tempati) biar nggak repot dan kejauhan. Wah, mau, sih, mau tapi uangnya belum mau, hihihi. Lagipula, biarlah rumah perdana ini bebas dari campur tangan orang lain. Supaya kami lebih mawas diri, kemampuan yang sebenarnya ada di mana. *puk-puk diri sendiri Kalau si Mama, seperti biasa superlempeng, ya. Waktu saya minta restu pas mau wawancara KPR, beliau cuma bilang, “Ya. Good luck!” Oh, lantas share beberapa penggalan surat dari Quran soal salat dan rezeki. Haha. Siap laksanakan, Ma!🙂 Mama mertua, matanya berkaca-kaca :’) (Doakan kami, ya, Mi). Igo gimana, nih, Igo? Waktu kami ajak survei lokasi dan lihat calon rumah, dia sumringah sambil bilang, “Wah, ini, ya? Baguuus!” dan dilanjutkan dengan, “Mana lagi? Cuma ini? Kan, kecil?” -___- ini juga sampai moncor, Nak, usahanya. Hahahaha.  Sabar, ya, Go … mudah-mudahan dengan H2-28 kamu bisa lihat upaya ayah dan ibu untuk memersiapkan masa depan keluarga kita🙂

Soal lokasi, kami sudah sepakat akan cari dekat rumah keluarga saya dan Febri alias daerah Cinere dan Pamulang. Selain lebih familiar dengan dua lokasi tersebut, memudahkan kami juga kalau ada apa-apa. Mulailah kami hunting santai … lihat sana-sini, tanya ke A, B, dan C. Tiba-tiba waktu iseng lihat ke komplek Yana, ternyata pengembangnya lagi ada stok rumah dengan luas yang kami inginkan (baca: mampu, hihi). Ya, sudah dicoba jajal, deh. Semuanya berjalan cukup cepat … dari mulai proses lihat, mengumpulkan berkas, dan wawancara untuk KPR. Saya bilang ke Febri kalau menurut hampir semua teman yang sudah beli rumah, prosesnya itu sama seperti memilih pasangan hidup, jodoh-jodohan banget. Jadi … saat prosesnya terasa berjalan dengan cepat, Febri sempat nyeletuk, “Sepertinya jodoh, nih.” Dan Alhamdulillah, jawaban-Nya adalah “ya”.🙂 Waktunya pun pas banget … seakan-akan hadiah ulang tahun untuk Febri dan Igo, juga hadiah ulang tahun perkawinan (walau masih Mei nanti, sih).

Mudah-mudahan semuanya lancar car car sampai akhirnya lunas, yaaaaaaa.

Yuhuuuu, Yanaaaaaa, kita bertetanggaaaaaaaaaa!

6 thoughts on “So….

  1. ihiiiiiiy…. beginilah yang ngaku sahabat, telat update blog sahabat sendiri… ayo abang igo cepet pindah nanti kita berburu putri malu dan buah ceri…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s