27

 

Kamis sore, 27 Mei 1999. Kami cekikikan di telepon. Saya tanya ke Febri, dia mau jadi pacar saya atau tidak. Dia kesal, dia bilang harusnya dia yang tanya dan dia sudah punya rencana untuk menanyakan hal itu pada 1 April (supaya ulang bulannya sama dengan tanggal ulang tahun dia, katanya). Lalu saya bilang, ya, sudah … nggak usah dijawab, tunggu saja sampai 1 April. Tapi lantas karena sudah nggak surprise lagi (GJ banget) kami pun ketawa-ketiwi mengakui kalau kami pacaran.

Minggu, 27 Mei 2007 kami (akhirnya) melangsungkan akad nikah setelah melalui beraneka ragam drama. Haru, senang, lega, semua jadi satu.

Rabu, 27 Maret 2013. Hari ini. Pas ulang bulan ke sekian (masih saling kasih selamat, lho *suami-istri norak LOL) kami resmi membeli rumah dengan hasil keringat sendiri. Kredit, sih (ujungnya nggak enak, hahaha). Milestone buat hubungan kami, si pemimpi dan si realistis.

Siapa yang sangka, ya, Feb … kita bisa sampai ke titik ini? Love you to bits.

 

*harusnya lebih oke lagi kalau rumah yang kami beli bernomor 27, tapi sayang … jatah kami nomor 28 :p

One thought on “27

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s