*gasp

Beberapa hari lalu saya mendapat telepon dari guru Igo di sekolah. “This can’t be good, ” pikir saya. Haha, soalnya kalau sampai sekolah telepon orangtua murid, yang ada di pikiran saya cuma dua hal: anak jatuh cukup parah atau anak jahil sama temannya sampai tingkat gengges. Nggak ada yang enak di antara kedua hal tersebut. Shit. Dan benar saja, ternyata hari itu Igo mencakar temannya, Rasya, sampai luka -___-” hadeh. Dobel hadehnya karena beberapa waktu sebelum ini, Igo juga sempat ada masalah dengan Rasya, ia gigit Rasya saat mau foto kelas. Reaksi saya waktu itu? Jelas kaget … Igo bukan anak termanis di dunia, ya, tapi dia bukan tipe yang iseng tanpa alasan juga. Kami langsung cari tahu alasan Igo melakukan hal itu. Hasil investigasi memerlihatkan kalau Igo sedang berkhayal pada waktu kejadian. Seakan-akan Rasya ini musuhnya dan dia adalah superhero. Saya pun langsung berkomunikasi dengan orangtua Rasya mengenai hal itu, apa pun, kami harus memberikan respons juga, kan. Kami juga melakukan pendekatan ke Igo, mencoba menjelaskan dengan bahasa sederhana soal nggak baiknya hal yang dia kerjakan, kasih konsekuensi juga, salah satunya adalah dengan membatasi Igo nonton film superhero.



Eh, kok, ya, kejadian lagi. Merasa kecolongan banget. Apalagi “korbannya” sama. Aduuuuh, huhuhu. Kembali ngobrol dengan orangtua Rasya. Maaf, ya, Bu, Pak. Ayah Rasya heran karena menurutnya, Rasya selalu membahasakan Igo sebagai teman baiknya di sekolah. Jadiii … ya, Igo begitu bukan karena dia kesal atau “bermusuhan” dengan Rasya. Lantas apa, dong, penyebabnya? Again, investigasi dilakukan dan seperti yang dibilang Mas Indra Noveldy saat membahas solusi dari masalah suami istri dalam seminar Mommies Daily (kebetulan bisa diterapkan juga di kasus Igo), kalau ada masalah … jangan tunjuk orang lain untuk berubah, kita harus bisa berani bilang pertama kalau kitalah yang akan memperbaiki diri lebih dulu … jadilah kami, orangtuanya, yang introspeksi pertama. Kami akui kami lalai soal tontonan Igo. Kami dampingi saat menonton, ya, tapi kami nggak terlalu strict soal durasinya. Baiklah, ini harus berubah. Dan perubahan ini kami jelaskan ke Igo beserta alasannya. Anak perlu tahu alasannya juga, dong, nggak cuma menjalankan “perintah”. Mudah-mudahan, sih, dengan apa yang sudah kami mulai terapkan kejadiannya nggak terulang lagi, ya. Stres kalau sampai ya (knock on wood)  :p bahahaha.

6 thoughts on “*gasp

    • Belum bisa dibilang “great job” jugaaaa … kan, belum terlihat hasil obrolan sama Igonya.
      Buktinya kejadiannya terulang -___-” PR banget. Haha.

  1. Salut gw sama orang tua seperti ini, ini saja Igo gak dlm melakukan tindakan menjurus jahat mbak. Anak gw di bully, tnyt gw tanya sama gurunya banyak yg di bully oleh oknum anak tsb. Gak ada tuh ortunya minta maaf. Gw ingat seminar mas Indra Noveldy minggu lalu, klo anak akan mengikuti ortunya, klo kita gak introspeksi, anak pun gak akan berubah ya gak🙂.

    • Kalau gue, sih, berusaha memposisikan diri sebagai orangtua Rasya. Lebih senang kalau pihak yang salah bagaimana, sih. Kadang, kan, anak kita nasihati tapi kita lupa memberikan respons ke pihak yang dirugikan. Kesannya jadi seperti nggak peduli. Ya, bisa jadi nggak peduli betulan atau bingung mau ngomong apa … merasa awkward gitu. Either way, nggak bagus. Salah, ya, minta maaf lalu cari solusi.

  2. Nah, itu maksud gw yg great job, bisa (terlihat) tenang untuk ngomong sm Igo sekaligus ortu Rasya. Anak kecil sih emang susah nurut kalo cuma dikasih tau sekali-dua kali. Tapi lo udah kasih contoh ke Igo ttg tanggung jawab. Menurut gw, kalo ortu knsisten kasih contoh pasti anak bisa ngikutin. *eventhough I’m not so sure I can handle the same problem as calmly as you did*🙂

    • Salah satu tantangan besar jadi orangtua adalah mempraktikkan “Keep calm and ….” hahaha. Dan gue itu orangnya meledak-ledak, spontan, nggak bisa atur mimik muka … betul-betul ditantang untuk jadi lebih kalemlah :)) Ternyata, ya, memang nggak ada yang nggak mungkin :p Kalau gue bisa, lo juga pasti bisa🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s