We Got It Bad

Layaknya orang yang masih dalam tahap “honeymoon” dengan status “home owner” … kami tentu lagi senang-senangnya diskusi soal rumah (mudah-mudahan, sih, serunya terus sampai nanti, dong, ya). Untungnya selera saya dan Febri nggak jauh beda, jadi nggak susahlah menyatukannya. Tiap akhir minggu kami pasti sempatkan nengok ke Limo dengan mata berbinar-binar, semangat mau renovasi membubung tinggi sampai menyesakkan dada (ngakak sama pilihan kata sendiri tapi yang cocok memang ini). Pulang dari sana kami pasti senyam-senyum, yakin banget Febri juga lagi berkhayal kalau rumah sudah “jadi”, membayangkan kami mandiri tinggal di sana. Senyuman ini kadang hilang kalau kami sudah mulai membahaaaaas … apa lagi kalau bukan dinero, money, dutakol  (hahaha). Ya, gimana, yaaaa, namapun rumah “sederhana” otomatis banyak yang harus kami tambahkan agar bisa ditinggali dengan nyaman.

Tapi bukan Febri namanya kalau nggak bisa bikin saya si pesimis jadi superpositif. Dia menyibukkan saya supaya berkhayal (dengan maksud supaya saya bisa afirmasi) tentang rumah “idaman”. Dia ya-ya saja ketika saya minta tolong dia ukur luas kamar mandi karena saya keukeuh mau ganti keramiknya. Modalnya sudah ada? Belum. Hahahaha. Akhir minggu kemarin kami ke sana lagi, kali ini misinya adalah mau melihat rumah tetangga lebih dekat, kami suka desain depan rumahnya. Pulang dari sana, kemrungsung ingin cepat-cepat uangnya terkumpul dan bisa renovasi. Hadeh. Sebagai pelipur lara dan tambahan bahan untuk afirmasi, hihihi, sekarang saya suka “main” aplikasi soal rumah, salah satunya DecorativeJI. Bisa lihat kombinasi warna buat macam-macam ruang, bisa hitung kebutuhan cat sesuai besar ruangan … lumayan membantu juga, ya, untuk bikin anggaran. Andaikan saja bisa bantu dana sekalian, that would be great! *mulai meracau

Pas kunjungan kemarin, kami foto berdua di depan rumah. Dalam perjalanan menuju mertua, Febri tiba-tiba bilang kalau dia terharu banget lihat foto kami. Dia nggak pernah membayangkan kalau dalam waktu singkat kami bisa memenuhi poin yang dia tulis waktu dulu saat pertama kali berkenalan dengan Quantum Ikhlas. Jarang-jarang, lho, Febri bisa terharu. Ah, yang penting kita harus usaha dan yakin, Feb! Nah, soal renovasi gimana? Usaha dan yakin, dong, Man! Pasti bisa!😀

11 thoughts on “We Got It Bad

    • Amin, ya, Allaaaah. Ih, ini penyakit baru muncul setelah foto rumah tetangga … berasa tu rumah punya gue … hahahaha.

    • Harus bisalah, yaaaaa. Mosok sudah susah dapatnya malah dibiarkan nggak terawat. Hehe. Thank you, Nish. Looking forward to read about your new nest🙂

  1. salaman dulu..
    gw juga lagi dalam proses akan menempati rumah sendiri.
    ngayalnya dulu pengen punya di tengah kota, tapi sayang belum menang undian yang em em-an hahahaha
    mau kaya gimana ukuran atau bentuknya, dimana lokasinya kalau dapatnya dari keringet sendiri rasanya seneng dan puas ya…….
    semoga lancar jayaa urusan rumahnya🙂

  2. Man,
    Waktu abis bayar akad dan tetek bengek itu, gw ngerasa hopeless banget buat ngisi rumah. Kebayang rumah kosong melompong karena duitnya udah kesedot semua buat beli rumah.
    Tapi percaya gak, rezeki mah tau-tau ada aja.
    Dan Alhamdulillah, bisa beli gorden hahaha…*itu bukan standar ibu-ibu dalam ngisi rumah, mampu beli gorden…* #gakpenting banget yak…hihihihi

    • Ya, sih, Ndah. Namanya kalau sudah jodoh pasti ada saja jalan-Nya. Kudu yakin juga kitanya, ya. Huhuhuh. *lanjut browsing keramik :))

      PS: Ih, bukan. Standar isi rumah itu kitchen set. *dipentung massa

  3. wah, jadi inget waktu gw sama suami nabung2 jg buat punya rumah. 2thn lebih gw nyari rumah baru dapet (krn budget ga cukup), bangga bgt beli rumah dari duit tabungan berdua suami, bukan dr ortu. abis itu nabung lg buat renov gede2an (krn yg gw beli itu rumah tua, uda 26thn) belom lagi ngisinya. berdarah2 deh. walo kecil (kata bokap, balik kanan kiri tembok, depan belakang tembok.hihihi), tp puas dan bangga banget.
    dan bener kata lo, kl sudah jodoh ada aja jalannya. kita jg waktu nyari duit ga cukup, eh akhirnya kebeli aja. uda beli yah habis tuh tabungan, tp abis itu kekumpul lagi aja buat renov, and so on.

    congrats ya Man buat rumah barunyaaa..
    seru deh ngisi2nya nanti…🙂 enjoy!

    • Ya, Luuuus. Semua orang pasti komentarnya sama, deh, soal rezeki rumah. Kalau sudah jalan-Nya pasti ada saja rezeki untuk renovasi, isi, dan lainnya. Jadi semangat, deh. Hehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s