MLBB

Sejak lebih memerhatikan penampilan alias dandan, saya lebih menebalkan kuping. Bukan apa, masalahnya saya ternyata suka (dan merasa cocok dengan) warna agak ngejreng (alias menor, haha). Jadi harus siap dengan komentar orang. Apalagi saya berubah dari yang nggak dandan sama sekali ke dandan cukup lengkap. Salah satu teman di kantor pernah heboh banget bilang blush yang ingin saya beli di Beauty Warehouse supermenor. Sempat mau mundur tapi lantas saya mikir … saya, kan, nggak dandan buat dia. Buat apa pusing sama pendapatnya? Nah, kalau yang komentar itu Febri gimana?

Beberapa bulan belakangan ini, saya belajar kalau ternyata saya itu lipstick person. Rasanya kalau pakai lipstik yang warnanya pas, suasana hati bisa langsung berubah (saya tahu terdengar lebay tapi … ya, begitulah) … wajah juga terlihat lebih cerah. Dan saya juga belajar kalau ternyata untuk kulit saya (yang entah undertone-nya apa haha) warna yang cocok adalah turunan merah muda. Mulailah saya cari-cari lipstik dengan warna yang saya suka dan cocok. Tentunya dari harga juga yang sekian-sekian sajalah. Belum waktunya beli makeup dengan harga wah. Lalu apa hubungannya dengan Febri?

Walaupun Febri sudah “menyuruh” saya dandan dari lama sekali tapi ternyata dia tidak sesiap itu melihat saya “rapi”. Wajarlah, ya, saya awalnya nggak dandan sama sekali kemudian jadi dandan lengkap dengan lipstik warna pinky *nyengir . Febri itu jarang memuji … buat dia, selama dia diam saja berarti bagus. Susah, ya, laki macam gini. Haha. Nah, karena diam saja jadi saya pikir dia oke-oke saja dengan dandanan saya sampai …. Mendadak … dia kasih saya voucher satu department store, katanya saya boleh pilih lipstik asalkan dia ikut andil dalam memilih. Yana bilang cara Febri protes manis banget. Akhirnya pergilah kami ke toko dan saya pun coba-coba lipstik warna netral. Reaksi Febri waktu saya coba warna netral? “Kok, kamu malah seperti baru sembuh DBD? Pucat banget.” ZzZZzZ.

Affi bilang reaksi Febri begitu karena belum terbiasa saja dengan saya yang lebih berwarna. Hmm … betul juga, ya. Jadilah saya semakin rajin pakai lipstik turunan merah muda (dari yang soft sampai yang gonjreng) dengan tujuan biar Febri terbiasa. Beberapa hari lalu, datanglah paket lipstik Wet N Wild Don’t Blink Pink, gonjreng (pakai “banget”). Pas Febri pulang, saya menyambut dengan sudah memakai DBP … eh, nggak disangka dia bilang bagus. Hahaha. Doktrin berhasil!

Waktu pakai di kantor, anak-anak pada bilang bagus. It suits me. Lantas jadi bahas warna lipstik dan Nopai bilang, “Man, lipstik nude itu cocok untuk semua warna kulit, kok. Tapi memang PR cari pas.” Ja ja ja jadi saya kepikiran … ingin juga punya lipstik kalem. Cari-cari dan coba … akhirnya saya temukan jugaaaaaaa. Ternyata (maaf, ya, namanya juga baru kenal makeup, haha) … ya, kita tinggal cari warna nude yang condong ke warna yang cocok dengan kulit kita, dalam kasus saya: pink. YAILAH. Lantas Googling … baru tahu lagi (#eeaaa) kalau warna yang Febri maksud itu biasa dikenal dengan istilah “My Lips But Better”. Ah, sekarang saya bisa tenang … lipstik MLBB sudah di tangan, murmer pun.

*siapin kresek

FOTD

Skin Aqua | Max Factor liquid foundation (bronze) | Max Factor concealer | MAC mineralize loose powder | Sleek eyeshadow | L’oreal Gel Liner | They Are Real mascara | Wet N Wild Megalast lipstick (Don’t Blink Pink)

4 thoughts on “MLBB

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s