Libur Lama

Haloooooo …

Puas, dong, libur 2 minggu? Kalau saya, sih, belum. Haha, jujur. Memang pas belakangan agak mati gaya tapi libur tetap dinantilah buat saya. Kalau ada yang tanya kenapa lama amat liburnya (eh, nggak ada, ya?), jawabannya adalah kantor saya nggak pernah ambil jatah cuti bersama untuk hari “kejepit” buat nabung libur lebaran. Ya, gitu, deeeh.

Libur ngapain saja? Biasalah, bangun siang, beberes rumah. Akhir Ramadan BITE ada gig di RuRu, jadi otomatis harus mengemban tugas kenegaraan megangin peralatan tempur Febri. Kebetulan hari itu bapak mertua lagi bisa … gabunglah nonton BITE sambil umpel-umpelan, sama Rangga dan Tante Ririn juga. Eh, ternyata Yoga dan Andito nongol di RuRu … capcuslah nongkrong sebelum pulang. Kapan lagi bisa pergi sama Febri tanpa Igo, hihi. Lalu … sempat kencan juga sama Igo nonton Turbo karena waktu itu Febri belum libur. Anak lanang lagi ketagihan nonton bioskop. Belum-belum dia sudah bikin recana lagi buat nonton Planes. Baiklah.

Lebaran ….

Hari pertama pasti di rumah (nenek) dulu karena semua kumpul di situ. Baru, deh, siang ke Cikunir untuk kumpul keluarga Febri (dari ibu mertua). Kami di sana sampai sore menjelang malam. Lanjut ke Ciputat untuk kumpul keluarga dari bapak mertua … Alhamdulillah bisa ketemu semuanya. Igo supersenang karena banyak sepupu seumuran. Nggak pakai malu langsung main bareng. Besoknya, Igo diajak berenang sama Om saya yang memang tiap lebaran pasti ngabur ke hotel. Kali ini pilihan hotelnya ada di Serpong. Sebenarnya setelah ke sana kami janjian dengan salah satu sepupu dari pihak ayah saya untuk sama-sama pergi ke rumah eyang tapi sayang … mereka datang lebih dulu dan kami tidak sempat bertemu. Huhuh. Di rumah eyang, Igo seperti biasanya langsung acak-acak. Naik-turun sama ayah saya. Foto sana-sini. Terharu juga, sih, melihatnya. Despite all the drama … saya bisa mengademkan hati dan coba mulai dari nol.

Drama ART? Nggak heboh tapi tetap ada. Harus rombak pasukan belakang, agak PR, ya, cari ART. Nggak cuma yang baik dan jujur … cari ART sekarang sulit. Titik. Kebanyakan dari mereka yang tinggal di kampung sekarang lebih pilih cari pekerjaan di pabrik. Kalau kata Ria, mbaknya Igo, “Kadang mereka mikir gengsi juga, sih, Bu.” Ya, begitulah. Alhamdulillah tahun ini ada rezeki untuk urusan infal. Baik soal honornya maupun tenaganya. Ria malas pulang pas lebaran. Dia hanya minta izin ajak Esa, anaknya, liburan ke Jakarta. “Mahal, ah, Bu, kalau pulang pas lebaran.” Memang, sih, jatuhnya sekarang jadi agak repot karena pas waktunya saya masuk kerja, Ria malah baru pulang kampung. But then again, banyak juga yang mengalami, lebaran nggak ada ART, setelah lebaran, ART-nya belum kembali juga.

Sekarang … untuk minggu ini, saya kerja dari rumah. Stand-by di YM dan email untuk urusan kantor dan juga urusan rumah tangga. (catatan untuk saya dan Febri: di Limo harus ada space kerja serius. *urut punggung). Mudah-mudahan Ria menepati janji untuk kembali akhir minggu ini.

Toodle-loo! 

 

 

 

2 thoughts on “Libur Lama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s