Add New Post

[Terinspirasi Nyontek dari blog Yana (lagi) *kasih royalti]

Apa yang bikin lo bikin blog, Man?

Hmmm … saya suka ngomong. Pakai mulut maupun tulisan. Kalau dulu pakai diary, sekarang ada versi digital. Ya, kenapa nggak dimanfaatkan saja.

Sempat punya blog di blogspot tapi lantas gagal isi karena merasa gaptek, nggak bisa utak-atik theme jadi semangat nge-blog di situ pupus. Pindah ke alm. Multiply … cocok. Multiply, tuh, benar-benar era tak terlupakan. Ketemu banyak teman baru, mengasah kemampuan menulis, sampai akhirnya dapat kerja di dunia publishing (dengan posisi beda dari pekerjaan sebelumnya). Ketemu WordPress karena mau coba bentuk blog yang berbeda. Tampilan dll-nya pas untuk saya. Oke, lalu punya dua, deh. Lama kelamaan saya hanya isi yang ini saja karena keterbatasan waktu.

Soal nama, saya pakai “sanetya”, seperti beberapa jejak digital saya lainnya (belakangan saya suka campur dengan “Ondeymandey”). Sanetya itu saya ambil dari Kamus Bahasa Kawi punya Mama, artinya keabadian. Saya temukan kata itu waktu masih fase naksir Febri sekian tahun lalu. Langsung sreg sama kata tersebut dan memutuskan menjadikannya “trademark” saya. Dari awal nge-blog isinya cukup konsisten … soal saya dan keseharian. Otobiografilah, ceile. Maksudnya, biar kalau nanti-nanti dilihat lagi saya bisa mengenang apa yang sudah lewat gituh :p Saya menulis tema/topik yang menarik buat saya, dengan cara saya sendiri … I don’t write stuff just because I know the topic will attract traffic and comments. Memang, sih, Yana ada benarnya … saya senang kalau blog dikunjungi teman baru (kalau kata Si Pipi, “banyak pemirsa”) tapi saya nggak menulis untuk didatangi. Kalau didatangi dan lalu suka, Alhamdulillah. Kalau nggak, ya, nggak masalah juga. Mau baca karena kepo? Silakan. Mau komen, boleeeh. Mau kasih pujian basa-basi, nggak dilarang. Mau cuma baca saja juga nggak dikenakan HTM. *kasih es teh manis 

Laluuu … setelah kerja di online publishing company saya baru paham soal lingkaran digital. Semua akun social media termasuk blog masuk ke dalam “CV digital”. Perusahaan banyak yang Googling soal calon karyawannya. Hal inilah yang membuat saya jadi ada remnya saat menulis di dunia maya. Dulu lebih cuek, sih. Lo nggak suka karena gue blak-blakan? Masalah lo. Sekarang lebih haluslah, haha.

Belakangan, saya sering merasa capek nulis yang pakai konsep. Masuknya dari A, alurnya begini, akhirnya begitu. Malas mikir. Jadi kadang kalau nulis acak adul sesuai suasana saat saya membuatnya saja. Jadi jangan heran kalau ada banyak tulisan yang berakhir nggantung. Seperti ini.

:p

 

2 thoughts on “Add New Post

  1. ya udah, ga usah pake konsep, ngalir aja, toh gue tetep bacain postingan elo kok. =)
    Soal topik yang attract pemirsa itu gue setuju, walaupun si summary wordpress udah cukup menjelaskan mana topik yg digandrungi dan mana yang enggak, tapi ttp nggak bikin gue utk nulis semau udel gue.
    Terakhir, soal blog jadi CV digital….😦 Yah, ancur banget dong CV gue.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s