101013

Kemarin usia saya bertambah … sekarang 32 tahun. Nggak merasa tua, kok. Biasa saja. Wong tiap tahun pasti nambah, toh? Tahun ini ekstra banget, deh, spesialnya 10 Oktober saya. Dari pagi sampai malam nggak berhenti ucapan dan doa yang disampaikan ke saya dari keluarga serta teman-teman. Alhamdulillah. Doa yang sama untuk kalian semua, ya ( ˘ ³˘)♥

Lebih ekstra lagi karena Febri, setelah 14 tahun, berhasil juga bikin kejutan untuk saya. Kami bukan pasangan yang pasti kasih kado tiap kali ada peringatan tanggal spesial; ulang tahun, anniversary. Kalaupun kondisi lagi memungkinkan untuk bisa kasih kado, biasanya kami belinya barang yang memang lagi dibutuhkan, misalnya waktu Febri ulang tahun Februari lalu, saya kasih hadiah dompet karena memang dompet lamanya sudah sobek dan butuh diganti. Alhamdulillah, di Oktober ini saya nggak lagi butuh sesuatu yang urgent (kecuali renovasi rumah #eh). Jadi saya nggak menaruh harapan dikasih kado … walaupun untuk lucu-lucuan pernah tweet foto tas yang saya suka dari merek yang jadi favorit kami.

Dua hari sebelum 10 Oktober Febri mendadak Whatsapp minta maaf karena nggak bisa kasih kado karena kami lagi banyak pengeluaran, saya menggodanya dengan membalas, “Ya, aku mengerti, kooook. Walaupun kamu punya setahun buat nabung tapi aku mengertiiiii.” Hahaha. Dalam hati saya  membatin, biasanya, kalau dia nggak kasih kado, dia akan “pengakuan dosa” saat hari H, bukan beberapa hari sebelumnya. Ah, pasti supaya saya nggak curiga, nih. (GR)

Pagi di hari H, mendadak Febri minta dibuatkan kopi. Tumben amat, pikir saya. Biasanya bikin sendiri, kok (jangan dicontoh, ya, para istri di luar sana). Saya pun ambil kemasan kopi instan di ruang serbaguna kami (ruang lemari dan tempat menyimpan harta karun :D), lalu bikin kopi dan membawanya ke kamar. Sampai di kamar, Febri bingung … tapi pura-pura biasa. Sambil menyeruput kopi, dia bilang, “Eh, sepertinya aku nyenggol makeup kamu, deh. Itu, tuh, yang panjang kotak (baca: eyeshadow palette).” Saya, yang sudah curiga, cuma menjawab, “Masa?” lalu asyik buka Path. Sebenarnya, walaupun di ruang sebelah nggak menyalakan lampu, saya sudah lihat siluet kado. Nggak lama, saya beranjak untuk sarapan … sambil Whatsapp-an dengan teman-teman milis, cekikikan bilang kayaknya Febri lagi berusaha kasih kejutan tapi saya pura-pura lempeng. Teman-teman pada bilang dasar perempuan … giliran nggak dikasih kado, manyun … dikasih, sok jual mahal. HAHAHAHA. Akhirnya saya pura-pura mau ambil sesuatu di ruang serbaguna.

JRENG!

Awalnya saya berpikir nggak akan kaget karena toh sudah melihat siluetnya. Kagetnya super karena ternyata bungkusannya besar sekali. Ngok. Saya berkaca-kaca, membawanya keluar dan mendapati Febri tersenyum lebar sambil bilang, “Selamat ulang tahun lagiiiii. Semalam, jam 12, aku kasih selamat, kamu cuma ngulet aja.” (lagi-lagi, jangan dicontoh, ya, para istri di luar sana) I was speechless. Dan speechless bukanlah hal yang biasa terjadi pada saya. Saya buka bungkusnya pelan-pelan … lalu Febri gemas, “Udahlah nggak usah pelan begitu wong sudah bolong-bolong juga karena aku susah bawanya pakai motor.” (memainkan efek “Awww”) Akhirnya saya sobek bungkusnya dan saya melihat tas yang dulu saya tweet #nomention. Astaga! Dua detik kemudian senyum saya agak redup tapi Febri langsung nyerocos, “Dipakai, ya. Nggak usah pikir soal cash flow, semua sudah aku perhitungkan. Enjoy  your day.” Ah, dia tahu … ada perasaan bersalah menyusup di hati saya, pengeluaran lagi banyak, rencana renovasi. :’) Kamu terlalu manis, Feb. Sudah dipikir semuanya, ya. 

the one that captured my attention

Mbak Ria juga berbagi cerita, rupanya Febri sudah lama beli tas itu dan dia minta tolong Mbak Ria menyembunyikannya di kamar Mbak Ria. Kalau ditaruh di ruang serbaguna lantas semangat bebenah saya tinggi, bisa bahaya (pernah kejadian ada kado gagal karena saya menemukannya tidak sengaja saat bebenah, hahaha). Kemudian malam sebelumnya, Febri bingung gimana mau menaruhnya karena saya terus beredar di luar kamar. Akhirnya Mbak Ria bantu, dia yang taruh di posisi sementara Febri ngajak saya dan Igo ngobrol di kamar. (memainkan efek “Awww”)

32. Apa yang saya rasakan? Syukur. Alhamdulillah punya keluarga yang walaupun kocar-kacir tapi sayang banget dan selalu memberikan dukungan penuh pada saya. Alhamdulillah punya teman-teman yang peduli. Alhamdulillah sehat, Alhamdulillah diizinkan bekerja oleh suami dan punya pekerjaan yang baik. Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah.

Sampai jumpa lagi, 10 Oktober (♡˙︶˙♡)

10 thoughts on “101013

    • Haha … ini semua temen gue jadi pada nanya apa resepnya, kok, kode bisa diterima suami dengan benar maksimal.
      Padahal, sih, gue beneran nggak ngarep, lho. Cuma iseng aja. Kebetulan lagi jodoh aja kali, pemikirannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s