Nyet :)

Hari ini tepat 2 minggu lalu teman baik saya dimakamkan setelah beberapa waktu berjuang melawan sakitnya. Masih ingat banget ketika saya pertama kali tahu soal sakitnya, bukan dari mulutnya langsung, dia terlalu positif untuk bercerita tentang itu. Saya tahu dari teman beda lingkaran main yang kebetulan masih saudara dengan suaminya. Kami, para tukang cela, terhenyak kemudian bingung bagaimana harus menanggapi kabar tersebut. Nggak mungkin banget nanya langsung ke dia, pasti dengan ceria ia akan bilang kalau dirinya baik-baik saja dan mendingan kami bahas soal gosip artis ketimbang tanya yang tidak-tidak. Kami pun gerilya mencari tahu dan akhirnya kepastian itu datang, dia memang sakit … sudah cukup lama dan sudah menjalani perawatan. Duh, kenapa nggak bilaaaaaang? Dia cuma berkata, “Ya udahlah biar pada nggak sedih. Buat apa bahas yang sedih-sedih?” 

Sejak itu, kami selalu update kondisinya lewat jalan belakang alias tanpa sepengetahuan dia. Dari semua update ada satu hal yang konstan terlontar dalam bahasan, betapa semangat dan positifnya dia menjalani semuanya. Duh, Yan … cinta banget gue sama lo soal hal itu. Nggak pernah ada keluhan keluar dari mulutnya. Kalaupun kondisinya lagi buruk, dia biasanya hanya bilang, “Ya, nih, belakangan sesak banget.” Nggak ada embel-embel. Bahkan di sela-sela perawatannya, dia selalu sempatkan diri untuk tanya update teman-temannya. Dari mulai proses kredit mobil kami sampai program inseminasi teman lain.

Setelah dia pergi, teman saya cerita kalau jauh sebelum sakitnya datang, Yanti pernah bilang ke dia, “Gue menjalani hidup yang sempurna banget, deh. Akhirnya dapat laki-laki seiman, disetujui keluarga, pacaran nggak lama, nikah, langsung hamil. Anak sepasang. Kira-kira di depan ada apa, ya?” Teman kami hanya menyuruh Yanti banyak bersyukur, nggak usah pikir yang aneh-aneh.  *sedih* Dua hal terakhir yang Yanti bahas dengan saya akan saya bawa sampai nanti; syukuri hidup bagaimana pun “isinya” dan gongnya adalah pertanyaan khas Yanti tiap kali WA saya, “Sudah ngomel apa hari ini?” *ngakak* Duh, Yaaaaaan … maaf, ya, temanmu ini memang suka tidak bisa rem ngomelnya. Janji, janji, janji akan dikurangi.

Terima kasih, Yanti, atas pertemanan yang riuh rendah. Rindu membuncah, nih … be happy up there🙂

[Brandy]
I would’ve known, that you had to go so suddenly, so fast
How could it be, that sweet memories would be all, all that we have left.
Now that you’re gone, every day I go on

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s