Blabliblubleblo

Siapa yang kesal dengan basa-basi superbasi? Pasti banyak, deh. Bisa dibilang saya cukup kenyang dengan basa-basi ganggu … pacaran 8 tahun sudah tentu pertanyaan “Kapan nikah?” sering banget kami dapat. Sudah menikah, dikasih berkah waktu pacaran halal alias “kosong” setahun, pertanyaan berubah menjadi “Kok, nggak hamil-hamil?” padahal kami supersantai menghadapi kondisi tersebut. Setelah ada Igo, ganti lagi, dong, pertanyaannya jadi “Wah, kapan, nih, kasih adik buat Igo?” dhuer. Pas akhirnya memutuskan untuk tambah anak, lagi-lagi pertanyaan “kreatif” nongol “Pasti maunya perempuan, ya, biar sepasang?” jiaaah. 

Sebenarnya saya cukup bisa menahan diri untuk nggak nabok yang nanya menjawab pertanyaan superbasi dengan ketus. Ya, mungkin lawan bicara itu bingung mau ngobrol apa dengan saya. Bisa jadi, kan? Beda halnya dengan kondisi sekarang ini yang bikin emosi mudah naik-turun (alesan aje lo, Man). Ada beberapa hal yang malas banget saya tanggapi tapi nggak mungkin saya hindari beberapa waktu belakangan ini:

Pertanyaan dan pernyataan soal ukuran perut.

Ada yang bilang terlalu kecil untuk ukuran usia kehamilan, ada juga yang bilang terlalu besar. Kenapa nggak langsung saja bilang, “Wah, sudah berapa minggu? Mudah-mudahan sehat dan lancar sampai melahirkan, ya.” Nggak usah banyak cingcong bahas ukuran perut. Ya, lho, coba pikir, deh, kondisi orang, kan, berbeda-beda, ya. Ya, kalau kondisinya oke … pasti akan menanggapi dengan lebih santai. Nah, kalau memang ada kondisi “jelek” gimana? Pertanyaan dan pernyataan superbasi yang dilontarkan sedikit  banyak akan jadi pikiran yang ditanya, kan? Biasanya, sih, saya jawab sekenanya saja. “Masa, sih, terlalu kecil? Mungkin karena aku langsing kali, ya?” *sodorin kresek atau “Besar, ya? Yaaa, pas mulai hamil juga perutnya nggak six packs, sih.”

Soal jenis kelamin anak

Saya dan Febri sudah ada komitmen bahwa laki-laki atau perempuan sama saja. Kami hanya berdoa agar si jabang bayi ini sehat tidak kurang suatu apa, proses kehamilan dan melahirkan lancar untuk ibu juga anak. Setelah ini pun kami mau tutup produksi alias kalau nggak dapat sepasang, ya, berarti Allah memercayai kami untuk membesarkan anak laki-laki saja … that’s it, nggak mau nambah lagi atas nama coba-coba-barangkali-dapat-perempuan. Buat anak, kok, coba-coba. Halah. Tapi, yaaaaa … selalu ada, yaaaa, yang ngeyel bilang/tanya kenapa nggak mau anak perempuan. Lah, siapa yang nggak mau? Mau tapi kalau dikasih oleh-Nya, karena kebetulan hanya mau tambah satu anak lagi, kalau nggak dikasih sekarang … ya, sudah. Rempong, deh, jij.

Kenapa saya yang hamil, yang bawel orang lain? Daripada bawel untuk hal nggak penting gimana kalau patungan kado saja?😀

4 thoughts on “Blabliblubleblo

  1. Eh Mba, ngerasain bener itu pertanyaan soal perut meskipun saya suami. Dulu waktu istri hamil dibilang perutnya gede banget endesbra endesbre sambil melihat ke arah saya dengan pandangan (yang menurut saya) “kok suami gak ikutan jagain (perut) istri yang lagi hamil sih?”. Itu rasanya kok yaaaa padahal dokter juga bilang normal. Dulu sih senyum aja. Semoga sehat dan lancar sampai persalinan ya..

    • Padahal ukuran perut dan tubuh ibu (kadang) nggak ada hubungannya sama kondisi janin. Memang, sih, ya, patokannya dokter aja, kalau hasilnya baik, ya, nggak usah diambil pusing tapi kalau suasana hati lagi berantakan rasanya mau acak-acak muka yang ngomong hahaha.

  2. mungkin krn wajahku jutekface dan emg kadang gaksante kalo jawab pertanyaan blabliblu, lama2 ga ada yg nanya: “Kok blom hamil2 sih?”😆 ato udah pada kesian kali yee, makanya ga nanya2😀

    anw….. sehat selamat dan bahagia ya mbak kehamilane sampe persalinan nanti🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s