Half Way Down the Road

Wah, nggak terasa ternyata saya sudah melewati separuh masa kehamilan kedua ini. Tapiiii …. bo’ong. Haha. Ya, sebenarnya, sih, antara terasa dan nggak. Terasa karena begitu bedanya hamil yang sekarang dan waktu Igo dulu, nggak terasa karena, kok, mendadak ubu ucil (panggilan saya dan Febri ke calon anak ini) sering banget dansa-dansi di dalam plus aplikasi kehamilan kasih selamat kalau kami sudah melewati separuh masa kehamilan.

Belakangan sakit kepala yang semula mendera tiap sore hingga malam mereda … mungkin karena saya kembali konsumsi kopi? Atau memang mereda dari sananya? Entah. Makan sudah enak banget … apa saja masuk, tapiiiii … berat badan naiknya perlahan sekali. Selama perkembangan ubu ucil sesuai dengan usia kehamilan, sih, nggak apa-apa, deh. Plusnya buat saya, nggak terlalu PR menurunkan berat badan pascamelahirkan nanti. Welcoming back the SPD Apa itu SPD? Bisa diklik langsung, ya. Singkatnya, sih, ligamen daerah bawah sana jadi lebih lentur karena persiapan melahirkan, hal yang normal tapi kalau pada saya biasanya dimulai sangat awal … jadilah kalau jalan, duduk, dan ganti posisi tidur agak lebih sulit. Jalan, sih, masih bisa ditoleransi, tapi kalau agak lama dan jauh, mulai nyeri. Nanti semakin berat si bayi, semakin yahud juga rasanya. Hihihi *ketawa gugup 

Pernah dengar nggak cerita kalau kehamilan itu menular? Ya, percaya atau nggak, sih, ya. Hehe. Dalam kasus saya, kok, betul terjadi. Di kantor, saya menebar baby dust dan ada tiga orang yang berhasil menangkapnya. Sayangnya satu orang harus keguguran dua hari setelah tahu dirinya hamil. Sedih, sih, tapi positifnya adalah dia jadi melakukan serangkaian tes untuk memastikan kondisinya dan suaminya siap untuk mencoba lagi. Kemarin, saya baru dapat kabar kalau satu teman kantor hamil 8 minggu … bahkan lebih dulu seminggu dibanding teman lain yang dua minggu lalu malu-malu mengakui kalau dirinya masuk kelompok bumil. Jadilah di kantor sekarang ada tiga orang ibu hamil. Ini nggak pakai acara injak jempol, lho … haha.

Minggu lalu kami harus mengucap selamat tinggal kepada ponakan Febri. Ikhlas sekali dengan kepergiannya, kami yakin yang terjadi adalah yang terbaik buatnya. Mudah-mudahan kondisi tersebut bisa memberikan hikmah buat semua. Amin.

6 thoughts on “Half Way Down the Road

  1. Mba, salam kenal ya
    Seneng baca postingan masa2 nunggu baby yg ke2 mu ini. Jadi deg2an juga ngebayangin rasanya nanti kl hamil. Hihihi. Eh iya kayaknya hamil beneran nuler ya? Di kantorku dulu pun kayak gitu, sekali ada yg hamil, tiba2 nanti bumilnya jadi ada beberapa orang di kantor. Kok bs gitu yaa

  2. Dulu di kantor lama gabung geng arisan buibu yangd inamakan bumil karena temen-temen hamilnya gantian, kirain bakal berhenti eh ternyata nular juga sampe ke saya. Istris aya yang hamil. Gantian hamilnya baru berhenti setelah masing-masing resign dan banyak yang pindah. Hahaha. Oiya periode geng bumil arisan sekitas 1.5 tahunan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s