Buat H2-28

Tahun lalu, seperti yang saya post sekilas di sini, keluarga kami diberi banyak sekali rezeki. Salah satunya adalah kesempatan punya rumah. Padahal sebelumnya, kami merasa “susah” buat beli rumah … ya, itulah namanya terjadi pada waktu-Nya, ya. Ngguak sangka kesempatannya datang secepat itu dan prosesnya pun semudah itu. Alhamdulillah. Laluuuu, setelah err … 1.5 tahun akad kredit, gimana rasanya tinggal di rumah sendiri? BELUUUUM. Kami masih tinggal di rumah keluarga. Rezekinya belum lapang untuk melakukan renovasi. Jadilah si rumah masih dianggurin. (jadi kepikiran .. sedih, huhu .. sabar, ya, mah)

Biarpun belum bisa renovasi tapi kami sudah mulai membayangkan kira-kira pengembangan rumah akan dilakukan seperti apa. Bahkan suami seorang teman sudah berbaik hati memberikan sketsa pengembangan rumah … nggak tanggung-tanggung, ada empat alternatif. Haha. Ya, barangkali kalau sering dipandangi jadi lebih terpacu. Untungnya saya dan Febri cukup sejalan soal pengembangan rumah juga desain interiornya. Kami suka desain yang sederhana serta ada perpaduan warna gelap dan cerah. Kalau lihat acara desain di Li TV, sih, yang kami suka itu termasuk gaya Skandinavia dengan sentuhan rustic (ya, gitulah .. haha). Gini, nih, contohnya:

buat dapur, maunya nggak semua lemari tertutup

(Man, dapat salam dari kecoak. Ya, namanya juga berkhayal :P)

kitchen 2

Duh, idaman banget, nih.

Living room

Alasan suka gaya Skandinavia selain memang sukanya furnitur berbentuk sederhana juga karena alasan luas ruang. Hahaha. We don’t have the luxury (yet) to buy a spacious house. Agak-agak 4L gitulah. Nah, kalau dengan luas ruang terbatas tapi furnitur besar-besar  .. apa kabar, tuh. Selain suka melototin sketsa pengembangan rumah … sekarang saya cukup sering browse furnitur dan hiasan rumah. Kadang cuci mata di Pinterest dan follow produsen furnitur lokal yang gayanya saya suka di Instagram. Nggak cuma furnitur, kesamaan selera saya dan Febri berlanjut ke motif untuk homeware linen seperti seprai, sarung bantal sofa. Saya bukan tipe perempuan yang suka motif terlalu girly dan Febri juga bukan tipe laki-laki yang nggak bisa terima motif agak perempuan, asal masih netral dia senang-senang saja. Nah, walaupun selera kami sederhana tapiiii kadang suka susah cari barangnya … kebanyakan, sih, karena terbentur anggaran (lah, itu derita lo kali, Man). Tapi sekarang dengan semakin banyak toko yang jual produk dengan beragam gaya desain, sebenarnya pilihan kami semakin terbuka. Salah satu situs yang suka saya kunjungi kalau lagi berkhayal soal rumah adalah JYSK Scandinavian Living. Jreeeeeng, dari namanya saja sudah pas banget sama selera. Hahahaha. Biasanya yang saya ilerin (kok, jorok) eh, maksudnya yang bikin ngiler itu ini, nih:

Karpet dengan motif dan warna netral.

rug 1Rak multifungsi

tanggaMeja makan

diningPrintilan gemes :p

hiasan

Hadeh *lap iler*. Mudah-mudahan rezeki kami untuk renovasi dan mengisi rumah sendiri dilapangkan, yaaaaa, biar nggak ileran terus. Boleh minta aminnya, pemirsa?😀

6 thoughts on “Buat H2-28

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s