#brightfuture Untuk Semua

Wow, bulan ke sebelas tahun ini sudah hampir di ujung, ya? 2014 mau ke mana, sih, buru-buru amat? Mana beberapa waktu lalu Febri hadir mewakili kami di acara open house calon SD Igo. Itu pun kami rada terhenyak (halah) karena berpikir rasanya tahun ajaran sepertinya baru dimulai kemarin, deh … kok, sudah mulai open house (yang biasanya diikuti dengan pendaftaran, dll). Kalau lihat Igo yang masih pecicilan rasanya nggak percaya kalau tahun depan anak ini masuk SD. Haha. Kami masih ada satu PR di usia Igo sekarang yaituuu mengajarkannya bebersih diri setelah BAB. Telat? Ya, biar saja … menunggu waktu yang tepat. 

Kenapa baru sekarang? Karena kami lihat Igo baru bisa diarahkan dengan benar itu, ya, sekarang-sekarang ini. Kadang masih suka skip tapi minimal lah. Kalau urusan bebersih setelah buang air kudunya ni anak sudah bisa memahami konsep bersih dan kotor yang berkaitan dengan kesehatan. Cukup latihan 2-3 kali, he got the point, sih. Bagaimana cara melakukan yang benar dan juga proses yang harus dilakukan setelahnya, yaitu mencuci tangan. Saya wanti-wanti banget kalau cuci tangan setiap kali habis buang air itu penting biarpun sebelumnya tangan sudah kena sabun dan dibilas.

Minggu lalu kebetulan saya diundang ke acara peluncuran sebuah program yang digagas oleh Unilever: Project Sunlight. Program ini sudah diluncurkan di 5 negara, salah satunya Indonesia. Tujuan program ini adalah mengajak banyak orang untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik dengan menerapkan sustainable living plan dan terpentingnya adalah menginspirasi masyarakat untuk beraksi, nggak cuma berpangku tangan. Project Sunlight menyoroti beragam ide dari anak-anak calon pemimpin masa depan yang ingin ada perubahan positif pada isu lokal seperti penyediaan akses kebutuhan primer secara berkesinambungan.

duh, salah angle … bentuk macam orang hamil

Tahun ini Project Sunlight mengambil tema “Masa Depan Sehat”. Jadi semua ide dan aksi Project Sunlight kali ini berhubungan dengan kesehatan. Di Indonesia, Project Sunlight memperkenalkan Dira Noverani, siswi SMA berusia 17 tahun yang terpilih sebagai wakil anak Indonesia menyampaikan ide dan melakukan aksi demi masa depan sehat anak-anak di negara kita. Nah, kemarin, tuh, yang di-highlight Dira adalah masalah sanitasi. Miris, deh, baca fakta-fakta soal sanitasi di dunia terutama Indonesia. Coba saya share, ya:

Di Indonesia, lebih dari 40 juta orang memiliki akses yang minim untuk sumber air bersih dan lebih dari 110 juta penduduk tidak memiliki akses untuk sanitasi yang baik. Dengan hanya 2 persen akses untuk sistem pembuangan air dan kotoran di area perkotaan, ini adalah salah satu yang terendah di dunia dan di antara negara berpenghasilan menengah.

Salah satu indikasi sanitasi buruk adalah terjangkitnya penyakit diare. Di Indonesia terdapat kasus dua dari tiga kematian balita disebabkan oleh diare.

Baru 47 persen yang memiliki perilaku cuci tangan dengan benar di Indonesia, padahal membiasakan mencuci tangan pakai sabun menggunakan air mengalir dapat menurunkan risiko diare hingga 50 persen.

Kadang kita suka menyepelekan diare, kan? Ah, minum obat A juga beres … padahal dampak buruk diare, tuh, luas banget. Anak-anak, yang lebih berisiko, selain rugi karena kesehatannya terganggu juga rugi waktu sekolah. Nah, kalau sudah terganggu, nih, sekolahnya berarti menghalangi mereka meraih cita-citanya, dong? Ini, nih, yang disorot oleh Project Sunlight. Saya baru tahu juga kalau kita punya program nasional soal sanitasi. Sudah ada yang tahu? Program Nasional Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) terdiri dari lima pilar yang diharapkan bisa memperbaiki sanitasi. Kelima pilar tersebut adalah:

  • Penghapusan buang air besar di tempat terbuka
  • Mencuci tangan dengan sabun
  • Pengolahan air rumah tangga
  • Pengelolaan sampah padat
  • Pengelolaan limbah cair

Gimana? Sudah tergerak untuk melakukan sesuatu tapi masih bingung? Soalnya program model gini, kan, kadang suka terlalu “ngawang-ngawang”, ya. Tapi cara partisipasi Project Sunlight mudah, kok. Ada beberapa cara, tinggal pilih:

-Tengok dulu situsnya: www.projectsunlight.co.id

Lihat (View): menyaksikan film inspirasional di situs. Tiap kali film ini disaksikan, Unilever akan menyumbangkan Rp100 untuk Project Sunlight.

Bertindak (Act): Tulis ide untuk #brightfuture di situs Project Sunlight mengenai bagaimana bisa membuat perubahan. Untuk tiap ide yang masuk, Unilever akan menyumbang Rp1.000.  Atau bisa juga jadi relawan edukasi kesehatan di sekolah dasar di Jakarta, Surabaya, Medan, Makassar, dan Yogyakarta. Unilever akan sumbangkan Rp100.000 untuk tiap relawan (maksudnye, sumbangannya buat Project Sunlight, ye, bukan buat relawanye :p)

Berbagi (Share): menyebarkan cerita atau video inspirasional mengenai gagasan anak tentang masa depan untuk membantu menginspirasi lebih banyak orang

Ikut (Follow): mengikuti cerita inspirasi di Project Sunlight

Untuk para ibuuuuu, kalau belanja Lifebuoy, Domestos, dan Pepsodent di Lotte … Unilever akan menyumbang untuk program ini, lho. Eh, walaupun namanya sama dengan produk sabun cuci keluaran grup yang sama tapi program ini nggak ada hubungannya dengan sabun itu, ya. Info lengkap bisa juga dilihat di Facebook Unilever.

Sudah siap menyongsong #brightfuture?

2 thoughts on “#brightfuture Untuk Semua

  1. Sejak nonton iklannya tertarik sama proyeknya Unilever ini. Suka heran sama orang yang habis keluar dari toilet ga pake cuci tangan. Jadi gimanaa gitu rasanya. Makasih dah dibagi infonya Mba.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s