Dongeng Saya

Jadi, sudah beberapa kali orang ini GR soal blog post saya … dia pikir saya bikin khusus buat dia. Hihihi. Padahal, sih, nggak. Tapi kali ini gede rasanya betul … ya, Lita, blog post ini buat lo.

Dari dulu banget saya tahu pasangan pas buat Libra itu Aquarius. Saya Libra dan Febri Aquarius. Saya orangnya kaku, Febri sangat luwes. Kecocokan zodiak nggak berakhir di hubungan percintaan, dong … dalam pertemanan pun begitu. Zaman awal FD punya kantor serius, ada dua orang Libra dan dua orang Aquarius di dalamnya: saya, Vanya, Amal, dan Lita. Kebetulan pasangan Aquarius saya adalah Lita. Pas awal-awal, sih, adaptasinya lumayan, ya, soalnya saya cukup teratur … sementara Lita uhm, ya, gitu, deh. Hahahaha. Tapi, karena macam yin dan yang jadi cocok saja, sih. Ya, ada waktunya kami saling keras kepala tapi nggak pernah sampai ngambek … yeileh, kenapa juga mesti ngambek. Hahaha.

Lita dan saya itu semacam gelas ketemu tutupnya. Dia dengan imajinasi yang suka “liar” nggak jelas kalau lagi bahas konsep acara (atau apa pun) sementara saya tugasnya menjinakkan konsep dari dia dan menerjemahkannya ke dalam susunan perencanaan yang lebih detail. Kalau saya mulai ngebul karena stres, Lita bisa puk-puk dan bikin saya mereda. Kliknya kami ditambah lagi dengan ternyata pasangan kami zodiaknya bersilangan: Igun, suami Lita, seorang Libra. Hihi. Jadilah cerita kami lengkap. Di saat kondisi kerja lagi enak-enaknya, tim mulai lengkap, flow mulai terlihat … eh, ni anak memutuskan untuk mundur dari kantor. *jitak Tapi saya ikhlas melepasnya, orang memang harus tahu titik akhirnya sendiri.

Selama hampir 4 tahun kami berteman (karena buat kami, kerja bareng itu jadi hanya seperti sampingan *ceile *batuk rejan), nggak pernah, tuh, kami enye menye … palingan saling cela di akun socmed … sampai akhirnya kami di hadapkan di titik “pisah”. Hari terakhir Lita di kantor itu pertengahan Februari karena ia masih punya banyak cuti yang belum diambil tapi nggak terasa seperti hari terakhir karena kami masih tek-tok soal perjalanan bisnis (tsahelah) ke Yogya. Then Yogya came and it hit me…lah, ni orang nggak bakal masuk kantor lagi. AKU KUDU PIYE? Ya, memaksimalkan waktu, deh … macam nggak mau rugi, selama perjalanan ke dan dari Yogya, selama di sana, ketawaaaaa melulu. Memang harus gitu, ya … kan, bukan perpisahan yang beneran cuma jadi beda kantor saja. Buat apa sedih-sedih.

Ah, terima kasih, ya, Lita, sudah bisa bikin saya lebih santai dan luwes :p Soal pertanyaan di caption foto berikut, maaf banget tapi I’m takenLove ya!

10 thoughts on “Dongeng Saya

      • Aku jg pny temen deket yg cm dia thok yg saben ketemu, ndak mau cipika-cipiki. Apalagi peluk deh :)) tp kmaren pas foto berdua (dmn dia jg susah diajak foto), aku peluk paksa sahaja hahaha. Yabes kan abis ini udah mo pisah…..

      • Aku soalnya takut dianggap sok asik gitu hahaha. Barangkali lawannya nggak suka trus jadinya awkward.

  1. Temen kantor gue juga baru resign man, yang bikin gue pengen cabut juga haha *alesan. Gue shock waktu tau Lita mau resign cuma emang live must go on yah.. so sweet the two of you. gak masalah beda kantor pastinya kita masih bisa sering ketemu🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s