Lagi-Lagi Laparoskopi

Siapa yang sudah pernah operasi usus buntu? Pasti banyak, ya. Apa yang jadi gejala? Sakitkah? Nyeri? Kembung? Tongpes? Eh. Tengah Juni lalu saya harus menjalani laparoskopi (LO) usus buntu. Sebelumnya tidak merasa sakit sama sekali. Hanya ada sedikit rasa mengganjal di perut bawah, seperti hamil muda waktu rahim mulai membesar. Lalu curiganya itu usus buntu dari mana, dong?

Jadi, Bumi, anaknya Adis, 3 minggu sebelum saya LO juga menjalani operasi usus buntu. Kebetulan waktu itu saya juga menemani Adis di ruang tunggu dan kami sempat ngobrol soal ciri-ciri usus buntu. Salah satu yang Adis sebut (informasi dari dokternya Bumi) adalah rasa ganjal di perut bawah, rasa tersebut bisa atau tanpa disertai nyeri. Walah, beberapa bulan belakangan saya merasakan hal yang dia sebut itu. Langsung membatin, pokoknya kalau terasa lagi saya akan periksakan ke dokter. Parno kalau-kalau ternyata betul usus buntu dan siap pecah seperti pengalaman kantung empedu waktu itu.

Ealah, terasa, dong. Tanpa pikir panjang langsung konsul dokter dan diinformasikan kalau saya harus menjalani dua tes: laboratorium untuk urin (bisa jadi ada masalah di saluran kemih) dan juga rontgen dengan sebelumnya meminum cairan kontras (kalau cairan tersendat artinya ada sumbatan di usus). Jika hasil kedua tes baik-baik saja, saya akan dirujuk ke dokter kandungan karena harus cek apakah ada kista yang ternyata bisa juga menimbulkan rasa ganjal. Ternyata setelah rontgen didapat hasil kalau ada penyumbatan di area usus buntu … dirujuklah ke dokter bedah, langsung minta dr. Taslim P karena saya LO kantung empedu juga dengan beliau.

Dr. Taslim menyarankan untuk diangkat karena gejala sudah terasa selama beberapa bulan, kita nggak tahu pasti kondisi di dalam seperti apa. Ya, sikatlah. Masuk RS untuk persiapan Minggu sore, tindakan dilakukan Senin siang, dan karena kondisi pasca-operasi aman, saya pulang Rabu sore. Proses penyembuhan juga tidak seberat waktu angkat kantung empedu, mungkin juga karena posisi usus buntu agak di bawah, ya, jadi tiap kali saya bergerak tidak terasa sesak. Downside-nya hanya ngilu yang suka mendadak muncul kalau lagi beraktivitas cukup berat. Wajar kalau menurut dokter, kan, lukanya di dalam … butuh waktu lebih lama untuk betul-betul sembuh.

Wow, untuk seseorang yang takut jarum … dalam waktu 2 tahun saya sudah menjalani partus spontan dengan perdarahan karena bayi besar, enam bulan kemudian LO angkat kantung empedu, dan setahun setelahnya LO usus buntu. Luar biasa. Mudah-mudahan sudah selesai, ya, petualangan rumah sakit saya ini. Ahaha.

 

4 thoughts on “Lagi-Lagi Laparoskopi

  1. mbak jadi ikutan ngilu baca pengalamanmu…mudah2an gak ada apa-apa lagi ya yg berhubungan sama operasi jarum suntik dan sejenisnya. Oiya ini mbak Manda yang di Mommiesdaily ya? Masih nulis di sanakah mbak? *sok ikrib

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s