Jajal Klaim Online JHT BPJS Ketenagakerjaan

Buat pekerja Jamsostek atau sekarang namanya berubah menjadi BPJS Ketenagakerjaan pasti sudah nggak asing lagi, ya? Tiap bulan di slip gaji pasti ada poin iuran yang jadi kewajiban pekerja. Program BPJS Ketenagakerjaan ada beberapa tapi yang paling banyak ada di perusahaan adalah Jaminan Hari Tua (JHT), program perlindungan bagi pekerja bertujuan menjamin keamanan dan kepastian terhadap risiko sosial ekonomi. Semacam kita dipaksa menabunglah jadinya 🙂 Nggak terasa, kok, potongannya karena hanya 2 persen dari pendapatan tiap bulan.

Lalu, apakah semua program BPJS Ketenagakerjaan bisa diklaim atau diambil? Tentu bisa. Saya hanya akan membahas klaim JHT, ya, soalnya hanya punya pengalaman di area tersebut. Saya sudah dua kali mencairkan JHT dengan cara berbeda. Pertama, pencairan dilakukan waktu nama instansinya masih Jamsostek. Jadi, sistemnya masih lama; bawa semua berkas plus foto kopinya, antre dari pagi, dan lainnya. Kedua, pencairan dilakukan lewat fasilitas e-klaim. Apa pula e-klaim itu?

Beberapa tahun lalu Jamsostek mencoba go digital dan saya pun langsung membuat user name dengan mendaftarkan no kartu. Lumayan, bisa pantau saldo JHT sendiri tanpa harus cek ke bagian HRD/Keuangan. Ketika pindah kerja dan ternyata dibuatkan kartu baru, saya juga langsung mendaftarkannya. Nah, ketika akan mencairkan JHT, saya pun kembali membaca situs BPJS Ketenagakerjaan dan melihat sistem e-klaim, yang hanya bisa dilakukan oleh pekerja yang sudah memiliki user name di situs tersebut. Dan perlu dicermati, e-klaim hanya bisa dilakukan di situs yang diakses dari PC atau laptop. Tidak bisa lewat aplikasi atau mobile site. Jadi, seperti mengurus paspor online, kita harus mengunggah beberapa dokumen yang diperlukan untuk pencairan dana. Dokumennya berbeda-beda, berikut akan saya jelaskan untuk yang JHT.

Oh, ya, JHT sendiri baru bisa dicairkan jika kita sudah tidak bekerja lagi dan ada sudah melewati masa tunggu 1 bulan setelah pengunduran diri. Lalu bagaimana jika JHT sudah dicairkan dan katakanlah, 6 bulan setelah mengundurkan diri kita memutuskan untuk bekerja kembali? Tentu harus buat kartu keanggotaan baru, ya.

Continue reading