Me-reset Kita

Jelang melahirkan Gya, Febri mengingatkan saya soal adil sama anak. Seperti biasa, sekalinya dia ngomong serius topiknya langsung yang #jleb. “Ya, jelaslah harus adil dan aku pasti bisa,” jawab saya waktu itu. Lantas dia balas, “Aku tahu kamu pasti akan maksimal banget tapi dulu waktu Igo, kan, kamu kerja di rumah sampai dia 9 bulan. Sekarang kondisinya beda, toh?” Lagi-lagi #jleb. Saya melewati akhir masa cuti melahirkan tanpa drama aduh-saya-mau-resign-saja-mendingan-urus-bayi-di-rumah. Lha, wong, masih butuh kerja. Haha.

Adaptasi Gya pasca saya kembali ke kantor bagus banget. Tiap pulang kerja dan selesai ritual bebersih, Gya pasti sama saya. Mandi pagi juga sama saya. Tapi memang kondisinya beda, sih … sekarang waktu tempuh perjalanan ke dan dari kantor lebih lama ketimbang zaman Igo bayi. Otomatis saya dan Febri harus lebih pagi berangkat plus sebelumnya menyiapkan Igo berangkat sekolah. Lama kelamaan ada hari-hari di mana saya tak lagi sempat memandikan Gya sebelum ke kantor. Load kerja juga berbeda, walau masih dalam batas toleransi Febri sebagai kepala keluarga, tapi itu sudah risiko. Suatu hari kira-kira 3 mingguan lalu Febri ngomong lagi, “Sepertinya Gya lengket banget sama Mbak Ria.” DHUENG. Lantas saya perhatikan … Gya merengek kalau Mbak Ria jalan menjauhi dirinya … ke saya? Merengek juga tapi dengan nada dan durasi berbeda T__T

GIMANA, DONG? Eh, Alhamdulillah pertanyaan saya itu langsung dijawab Yang Di Atas … Mbak Ria ajukan cuti seminggu karena harus mengurus sesuatu di kampung. Kami memang memberikan jatah pulang kampung 2x setahun buatnya. Baiklaaah, saya juga cuti, deh, seminggu. Anak-anak otomatis sama saya terus. Dari melek mata sampai tidur malam. Super banget capeknya tapi super duper senang. Gya, maaf, ya, kemarin-kemarin kitanya ternyata masih kurang. Mudah-mudahan seterusnya ibu bisa adil waktu buat Gya :)

I love you, Maleia

 

Bukan Ikut Tren Bebatuan

“…. coba, deh, Man, minta USG abdomen. Gue curiga lo batu empedu kayak gue kemarin …”

JRENG! Apa, ya, sih, saya ada batu empedu? Sejak sebelum hamil Gya … berarti kurang lebih 1.5 tahun lalu saya memang sering merasa masuk angin. Ulu hati rasanya seperti penuh, nafas agak berat, dan punggung atas terasa pegal. Seperti kebanyakan orang Indonesia, saya pun ‘mengobatinya’ dengan kerokan. Hihihi. Dan keluhan selalu teratasi. Waktu hamil Gya, ulu hati terasa seperti penuh makin sering terasa … “Ah, tapi wajarlah kalau hamil gini,” pikir saya. Hingga November lalu serangan perut kembung, sebah, masuk angin itu naik kelas … susah mendeskripsikannya … yang pasti tidak terasa perih atau mual tapi berhasil membuat saya macam cacing kepanasan karena nggak ada posisi yang nyaman; duduk senderan, duduk tegak, telentang, tidur miring. Semua nggak enak! Continue reading

Congrats, Little Man!

As exciting as it is for you to finally approach another birthday (and believe me, you were so damn excited), I can’t help but wish time moved slower. I feel like it was just yesterday I gave birth to you. Today you turned 6 and it is a big deal because soon you will enter 1st grade and things will not be the same. Give life your best shot. It doesn’t matter if you succeed or fail. We will love you no matter what.

Happy birthday, Inigo Anargya!