Mama Anita Saya

Disalin dari post akun sosial media saya pada 5 September 2017. 

Salah satu hal yang saya syukuri dari hidup saya adalah berkah mendapat dua pasang orangtua. Pertama tentu orangtua kandung dan kedua, kakek-nenek dari Mama yang membesarkan saya. Saya tidak pernah dekat apalagi romantis dengan Papa dan Mama (lupakan soal “permata hati Ayah”, mana ada lah dalam kamus kami), tapi jangan tanya dengan Ayah (kakek) dan Nenek. Tak pernah sekali pun, semasa mereka hidup, secara fisik maupun hati saya jauh dari mereka.

Sepuluh tahun lalu, ketika saya dan Febri sedang merencanakan pernikahan kondisi Ayah turun. Pesan terakhirnya pada saya adalah supaya kami mendampingi Nenek hingga akhir hayatnya. And we did.

Continue reading

Advertisements

Saatnya Menaruh Buku Itu Di Rak

Buat yang mengenal saya pribadi, tentu paham betul kalau saya, tuh, Libra sejati. Tanggal lahir pun pas banget di tengah-tengah periode zodiak. Personal traits Libra yang bisa dibilang saya banget adalah labil, setia dan forgive, but never forget. Kalau labil, ya, sudahlah, yaaaaa … saya butuh waktu lebih banyak dari orang kebanyakan dalam mengambil keputusan. Apalagi kalau mampet di antara dua pilihan. Kalau setia dan forgive, but never forget?

Libras are intensely loyal. Seringkali saya dikasih tahu oleh teman-teman, saya suka terlalu baik (padahal image yang lekat di saya, tuh, judes, lho), terlalu setia, and that sometimes I have to fight back so people won’t take advantage. Susah move on? Mungkin. Saya nggak mudah memaafkan walau juga tidak menutup hati tapi untuk melupakan sesuatu, buat saya hal itu tidak segampang memaafkan.

But perhaps you hate a thing

Continue reading

2018

Tulisan pertama di 2018 (dan semoga rutin menulis, yaaaa, supaya blog-nya nggak berdebu). Jadi, beberapa waktu lalu Febri bilang, “Kok, blog kamu gitu, sih?” Hah? Gitu gimana, ya, maksudnya? Buru-buru klik buka … jreeeeng … ternyata Photobucket memberlakukan peraturan bebayaran buat share foto yang membuat semua foto di blog ini diganti dengan gambar Photobucket bla bla. Kesal? Nggak, sih. Namanya juga gratisan, ya, nggak punya banyak pilihan, deh. Haha.

Lalu saya pun berpikir, malas anu-anu blog dari gambar-gambar Photobucket bagaimana kalau pindah blog sajaaa? Semangat 45 buat blog baru di blogspot, pilih-pilih template lalu sempat error dan minta bantuan teman buat perbaiki tampilannya. Ya, lumayanlah. Tapi, kok, rasa nggak sreg tetap ada, ya … hahaha, penyakit bikin blog di blogspot, nih … entah kenapa saya lebih sreg dengan dashboard WordPress. Ah, sudahlah … mantapkan hati buat pindah.

Lewat 3 bulan dari pindahan, krik krik krik, tulisan di blog baru juga nggak bertambah. Yailah Man, Man … hahaha. Lalu hari ini saya coba, deh, utak-atik dan ganti-ganti sedikit tampilan di WordPress. Not bad. Lumayanlah. Dan si libra ini pun galau … WP atau BP, dong? Tentu saja jawabannyaaa … WP. Etdah, kenapa nggak dari kemarin-kemarin, ya? *toyor diri sendiri

So… here I am, making another pact with myself to write regularly. Semoga berhasil! Selamat menyongsong 2018, ya … (25 days into January) semoga semua rencana berjalan lancar, pelajaran hidup dapat diresapi dan dijalani dengan lapang hati, diberkahi kesehatan dan rezeki finansial melimpah. Aamiin YRA.