Musim hujan. Mellow. Selepas Kau Pergi-nya Laluna on repeat. Grey’s Anatomy makin-makinan. (akan) Ada perpisahan. *urek-urek tanah

… he knew that when it comes down to it…even when you’re with someone or in the noisy rush of people, it’s just you. The one you can count on and lean on…and depend on. It has to be you. And once you figure that out…being alone becomes a choice.

Meredith Grey – Season 11 episode 10

Menjadi Orangtua

Yesterday was a wake up for parents in Indonesia. Terhenyak baca grup WA kantor di mana Mbak Santi share soal cerita anak 14 tahun who commited suicide. Diduga anak ini terpengaruh oleh Manga yang sering ia tonton atau baca. Siangnya muncul foto si anak dan foto status FB si ibu plus dapat link berita juga. Miris banget bacanya :'(.

Menjadi orangtua adalah hal yang paling sulit yang pernah saya lakukan. Proses belajarnya tiada henti. Setiap fase hidup anak pasti harus diikuti oleh orangtua yang kudu satu langkah lebih maju untuk antisipasi. Semoga saya dan Febri selalu bisa ambil keputusan yang terbaik untuk anak-anak. Amin.

Senangnya ….

Beberapa waktu lalu saya sempat membatin jadwal kami sedang lucu-lucunya sehingga membuat quality time berkurang. Sebenarnya kami tipe yang jarang kencan berdua (ya, ya, ya berlawanan dengan saran “para ahli”, pasangan yang sudah menikah lama, dan lainnya 😜) tapi kelucuan jadwal kemarin sudah sampai ubun-ubun banget dan kami mulai cranky.

Kenapa jarang kencan? Dari pacaran dulu kami berusaha menikmati semua jenis kegiatan yang dilakukan berdua, itu kencan kami. Mau itu pergi berdesak-desakan dengan mobil teman untuk nonton acara musik atau bertemu di sela jadwal kuliah yang beda kampus. Begitu menikah, quality time bisa lebih bebas. Kami menikmati ngobrol tanpa arah sambil nonton TV sepulang kerja (jam berapa pun itu) sampai ngobrol sampai cekikikan di atas motor dalam perjalanan ke kantor. Punya anak? Otomatis jadwal semakin padat tapi kami tetap sempatkan untuk tetap melakukan aktivitas “kami” sebelumnya.

Nah, saat post ini dibuat saya lagi dirawat di RS … jadwal saya lebih lengang, begitu juga dengan Febri (yang tetap kerja tapi lebih mudah pulang cepat untuk menemani saya). Kami pun berusaha mengerahkan keahlian kami menikmati semua jenis waktu: kami “kencan” di RS. Ngobrol, bercanda sejayus-jayusnya, ngemil keripik kentang (eh, ini nggak tahu saya boleh atau nggak tapi anggaplah boleh 😂), hingga diam sibuk dengan gadget (ya, nggak sesuai lagi 😛) tapi tetap menikmati keberadaan masing-masing. Alhamdulillah dikasih Allah waktu berduaan :)❤. 

image